Penilep Pajak Rp14 Miliar Buronan Bareskrim Polri Ditangkap di Bali

dewi umaryati ยท Sabtu, 05 September 2020 - 16:05 WITA
Penilep Pajak Rp14 Miliar Buronan Bareskrim Polri Ditangkap di Bali
Ignatius Michael yang buron kasus pajak merugikan negara Rp14 Miliar diserahkan Polda Bali ke Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Bali, Jumat (4/9/2020). (Foto : Direktorat Reskrim Umum Polda Bali)

DENPASAR, iNews.id – Polda Bali menangkap buronan Mabes Polri yang tersangkut kasus perpajakan bernama Ignatius Michael alias Michael Tirta. Tersangka ditangkap saat berada di perusahaan miliknya, kawasan Gerokgak, Buleleng, Jumat (4/9/2020).

Penangkapan Ignatius ini sesuai surat yang diterima Polda Bali dengan nomor DPO/01/VIII/2020/Bareskrim tanggal 14 Agustus 2020. Yang bersangkutan diduga melanggar tindak pidana perpajakan yang merugikan negara hingga Rp14 Miliar.

Perburuan tersangka ini melibatkan tim IT Resmob Direktorat Reskrim Umum Polda Bali yang dipimpin AKP Aji Yoga Sekar di-back up dari satuan resmob Bareskrim Polri Ipda I Ketut Sudiana.

“Tim di lapangan sudah mendapat informasi keberadaan tersangka di perumahan kawasan Gatot Subroto Permai sejak Kamis (3/9/2020),” kata Direktur Reskrim Umum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan, Sabtu (5/9/2020).

Saat polisi bergerak ke kawasan itu, ternyata sore harinya tersangka berpindah menuju Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Tim gabungan dari Polda Bali dan Mabes Polri dibantu petugas dari Polsek Gerokgak akhirnya menangkap tersangka Ignatius di PT Trimitra Anugrah Segara miliknya tanpa perlawanan.

Modus kejahatan yang dilakukan tersangka hingga ada kerugian Negara ini bermula saat karyawan PT Mangga Dua bernama Andri Widiastuti menghubungi tersangka Ricky Dwicahyono untuk membantu menyediakan faktur pajak.

Ricky kemudian menghubungi Ignatius yang sanggup menyediakan faktur pajak dengan tarif sekitar 23 sampai 25 persen dari jumlah PPN yang tercantum di masing-masing faktur pajak untuk pembelian minyak kelapa dari Eng Ho.

Namun, dalam pembelian itu ternyata tidak dilengkapi dengan faktur pajak sejak SPT masa PPN tahun 2009 hingga 2011 yang merugikan negara sekitar Rp14 Miliar.

Saat ini tersangka telah diserahkan ke Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Bali, untuk proses lebih lanjut.


Editor : Dewi Umaryati