Pengiriman Ribuan Unggas Tanpa Dokumen di Pelabuhan Gilimanuk Digagalkan Balai Karantina

Antara ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 10:58 WITA
Pengiriman Ribuan Unggas Tanpa Dokumen di Pelabuhan Gilimanuk Digagalkan Balai Karantina
Balai Karantina Denpasar menggagalkan pengiriman ribuan burung dan ayam tanpa dokumen ke luar Bali. (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Pengiriman ribuan hewan unggas tanpa dokumen dari Denpasar, Bali digagalkan Balai Karantina di Pelabuhan Gilimanuk. Ribuan unggas jenis burung dan ayam itu akan dikirim ke Solo dan Yogyakarta.

"Kami harus tegas melakukan pengawasan karena ayam dan burung adalah unggas yang menjadi media pembawa penyakit Avian Influenza (AI)," kata Kepala Balai Karantina Denpasar, I Putu Terunanegara, Rabu (7/10/2020).

Dia mengatakan tindakan pengamanan tersebut berlangsung dua hari berturut-turut. Pada Senin (5/10/2020) diamankan ribuan ayam tanpa dokumen. Sehari setelahnya, Selasa (6/10/2020) giliran ribuan burung yang diamankan.

Kegiatan pengamanan hewan unggas tanpa dokumen tersebut berlangsung di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana yang merupakan pintu keluar-masuk dari Bali ke Jawa.

Petugas Balai Karantina Denpasar wilayah kerja Gilimanuk mendapati ribuan burung tanpa dokumen karantina dalam sebuah mobil boks.

Jenis burung-burung yang ditemukan antara lain brajangan 450 ekor, trucuk 340 ekor, prenjak 600 ekor, pleci 1.040 ekor, decu 38 ekor, opyor 70 ekor, gelatik 70 ekor, bondol 70 ekor dan anis 20 ekor.

"Meski tidak ada jenis yang dilindungi, namun sayang sekali beberapa burung sudah ditemukan dalam keadaan mati akibat kekurangan oksigen," katanya.

Dia menambahkan, ribuan burung tersebut dikemas dalam 27 kotak karton berlubang dan 48 keranjang plastik. Ribuan burung tersebut dimasukkan ke dalam mobil box tertutup yang ventilasi udaranya tidak mencukupi.

"Modus yang digunakan untuk mengelabui pejabat karantina adalah dengan menggunakan mobil boks ketering rumah makan minang," katanya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Balai Karantina Denpasar adalah tindakan karantina berupa penolakan pengiriman dan memberikan kesempatan pada pengirim untuk melengkapi dokumen. Apabila akan melakukan pengiriman kembali, harus sesuai dengan ketentuan Undang-Undang nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Denpasar merupakan wilayah yang belum bebas dari Avian Influenza (AI). Setiap unggas yang keluar dari wilayah Bali menurutnya wajib disertai dengan hasil uji lab yang menyatakan unggas-unggas tersebut bebas dari AI.

"Tanpa adanya dokumen karantina artinya tidak ada jaminan atas kesehatan terhadap burung-burung tersebut," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto