Pencarian KM Tanjung Permai Dihentikan, Keluarga ABK Menangis Histeris

Aris Wiyanto, Bagus Alit ยท Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:03 WITA
Pencarian KM Tanjung Permai Dihentikan, Keluarga ABK Menangis Histeris
Pencarian KM Tanjung Permai yang hilang di Selat Bali Dihentikan setelah 7 hari pencarian. (iNews.id/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Tim SAR gabungan menghentikan pencarian KM Tanjung Permai yang hilang di perairan Selat Bali. Keputusan itu disambut tangis histeris keluarga anak buah kapal (ABK) yang belum ditemukan.

Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR gabungan hanya menemukan satu ABK dalam kondisi selamat terombang-ambing di laut. Sedangkan 11 ABK hingga kini masih belum jelas keberadaannya.

"Kami menutup operasi SAR pencarian KM Tanjung Permai. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada tanda-tanda korban, kami akan mengaktifkan lagi pencarian," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, Anak Agung Alit, Senin (12/10/2020) sore.

Dia menjelaskan, selama tujuh hari pencarian, tim SAR gabungan telah mengerahkan segala potensi yang ada. Selain menurunkan rubber boat untuk menyusuri perairan Selat Bali, tim SAR juga menurunkan KN SAR Arjuna dan helikopter untuk mencari korban.

Namun selama tujuh hari pencarian, tim SAR hanya menemukan seorang ABK yang terombang-ambing di laut pada hari ketiga pencarian.

Pencarian juga melibatkan tim SAR di Banyuwangi, Jawa Timur yang menyisir perairan Pantai Grajagan tempat ditemukan satu korban selamat.

Keputusan tim SAR menutup pencarian korban disambut tangis histeris keluarga korban yang hadir di Pos SAR di Denpasar. Kenyataan pahit ini harus diterima beberapa perempuan yang merupakan istri dari ABK yang belum ditemukan keberadaannya.

KM Tanjung Permai dilaporkan hilang kontak pada Selasa (6/10/2020). Kapal pencari ikan tersebut menurut rencana menempuh rute dari Benoa menuju Selat Badung.


Editor : Reza Yunanto