Penataan Waduk Muara Nusa Dua di Bali Tuntas, Bisa Dipakai untuk Wisata dan Olahraga

Antara ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 12:45 WIB
Penataan Waduk Muara Nusa Dua di Bali Tuntas, Bisa Dipakai untuk Wisata dan Olahraga
Kementerian PUPR menuntaskan rehabilitasi kawasan Waduk Muara Nusa Dua Bali. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA, iNews.id – Penataan Waduk Muara Nusa Dua di Kabupaten Badung, Provinsi Bali telah tuntas. Waduk tersebut bukan hanya untuk pengairan tapi juga bisa digunakan untuk wisata dan olahraga.

"Waduk Muara ini bisa dikembangkan pemanfaatannya sebagai ruang terbuka publik dengan fungsi wisata lokal dan fungsi lainnya, seperti untuk olahraga dayung," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Kementerian PUPR selain merehabilitasi waduk juga menata kawasan sekitar waduk, sehingga dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka publik.

Terkait hal itu, Basuki telah memberikan arahan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bali-Nusa Penida untuk menabur benih ikan di Waduk Muara.

Penaburan benih ikan itu, selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, juga memberikan kesempatan kepada warga untuk melakukan kegiatan memancing ikan.

Basuki melanjutkan, waduk seluas 35 hektar tersebut berperan penting dalam memasok air baku pada kawasan pariwisata utama di Bali, seperti kawasan Kuta, Benoa, Nusa Dua dan sekitar Bandara I Ngurah Rai.

Waduk Muara saat ini dapat difungsikan lebih optimal untuk menyediakan air baku bagi PDAM Kabupaten Badung sebesar 500 liter/detik. Jumlah ini meningkat 200 liter/detik dari pasokan sebelumnya yang hanya 300 liter/detik.

Penataan dan rehabilitasi Waduk Muara dilaksanakan sejak 2017 hingga 2019 oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dan PT Bahagia Bangun Nusa KSO dengan biaya Rp216,3 miliar yang bersumber dari APBN.

Pekerjaan rehabilitasi meliputi penguatan tanggul waduk, sludge drying area, pembangunan pneumatic crest gate pada groundsill, pneumatic crest gate saluran pengarah, trashrack saluran pengarah, dan pengerukan sedimen (normalisasi).

Sementara untuk penataan kawasan dilakukan perbaikan jalan inspeksi, pembangunan gedung operasional, dan jembatan.


Editor : Reza Yunanto