Pemuda di Tabanan Hilang Misterius, Keluarga Tempuh Cara Niskala

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Jumat, 09 Februari 2018 - 10:57:00 WITA
Pemuda di Tabanan Hilang Misterius, Keluarga Tempuh Cara Niskala
Petugas tim SAR gabungan menyisir aliran Sungai Tukad Yeh Mawa untuk mencari Mertayasa. (Foto: iNews/Bagus Alit)

TABANAN, iNews.id – I Gede Adi Mertayasa (21), seorang pemuda asal Kabupaten Tabanan, Bali, hilang secara misterius seusai mencari buah duren. Warga Banjar Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, itu sudah lebih dari 1x24 jam tidak pulang, sejak meninggalkan rumah Kamis, 8 Februari 2018 dini hari.

Merasa ada yang tidak beres, keluarga bersama sejumlah warga kemudian mencari Mertayasa dan menghubungi petugas kepolisian, serta Tim SAR gabungan untuk membantu menemukan anak mereka. Hasil pencarian sementara, warga menemukan sandal dan senter di tepi sungai Tukad Yeh Mawa, yang berjarak sekitar 400 meter di belakang rumah Mertayasa.

Selain meminta bantuan warga, petugas kepolisian dan relawan. Keluarga juga menempuh cara niskala (di luar alam manusia) dengan melakukan persembahyangan untuk meminta petunjuk agar bisa menemukan anak mereka dengan selamat.

Hasil pengembangan petugas di lapangan dan keterangan saksi-sakis, muncul sejumlah asumsi yang mengkaitkan hilangnya Mertayasa dengan dugaan aksi bunuh diri. Hal itu berdasarkan temuan sebotol gramoxon atau jenis racun pembasmi rumput milik ayahnya, di tepi sungai.

Orang tua Mertayasa saat berdoa untuk keselamatan anaknya
Selain motif dugaan bunuh diri dengan menenggak racun, berkembang juga dugaan Mertayasa hilang akibat terpeleset hingga terjatuh ke sungai dan terbawa arus. Polisi sempat memeriksa telepon seluler milik korban dan ditemukan pesan singkat Mertayasa dan pacarnya telah putus 3 hari lalu.

“Kami masih melakukan upaya pencarian. Penyebab hilangnya masih belum pasti, apa ada upaya bunuh diri, terjatuh ke sungai atau karena ada hal-hal ini. Kami masih menyelidiki, “ kata Kapolsek Penebel, AKP I Ketut Mastra Budaya.

Dia mengatakan, keterangan keluarga sebelum menghilang, Mertayasa sempat pulang ke rumah dengan membawa empat buah duren. Setelah itu dia kembali pamit untuk kembali mencari buah duren. Pamitan kedua itu menjadi yang terakhir keluarga melihat keberadaan dia.

Upaya pencarian orang hilang itu cukup menyita perhatian masyarakat sekitar. Sedikitnya, petugas Basarnas dibantu BPBD Tabanan, resque Sabhara Polda Bali, satuan Brimob dan masyarakat sama-sama menyisir alur Tukad Yeh Mawa hingga menuju Embung Telaga Tunjung, di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Pencarian dan penyisiran di sekitar sungai dan embung itu menggunakan rubber boat.

Editor : Donald Karouw