Pemprov Bali Tegaskan Rapid Test di Pelabuhan Gilimanuk Kewajiban Perusahaan

dewi umaryati ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 09:54 WIB
Pemprov Bali Tegaskan Rapid Test di Pelabuhan Gilimanuk Kewajiban Perusahaan
Sekda Bali Dewa Made Indra. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menghentikan rapid test gratis di Pelabuhan Gilimanuk untuk awak kendaraan logisitik. Rapid test seharusnya menjadi kewajiban perusahaan dan bukan beban bagi para awak kendaraan.

Sekretaris Daerah Pemprov Bali, Dewa Made Indra mengatakan, selama ini para awak kendaraan logisitik yang hendak masuk ke Bali diberikan rapid test gratis karena sulitnya para awak kendaraan logistik mengakses rapid test.

"Awak kendaraan logistik selama ini kami perlakukan secara istimewa karena mempertimbangkan kepentingan pengamanan pemenuhan kebutuhan logistik bagi masyarakat, serta belum tersedianya layanan rapid test mandiri di Pelabuhan Ketapang," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Jumat (19/6/2020).

Dewa Indra mengatakan, pelaksanaan rapid test bagi awak kendaraan logistik di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Gilimanuk sejak pertengahan April sampai dengan tanggal 17 Juni 2020 sebelum layanan tersebut disetop, telah menghabiskan 44.637 unit rapid test.

Menurutnya, biaya rapid test untuk awak kendaraan angkutan logistik seharusnya ditanggung oleh perusahaan angkutan atau perusahaan logistik sehingga tidak menjadi beban pribadi para awak angkutan itu.

"Mengenai harga rapid test yang dianggap mahal tentu bukan merupakan kewenangan Pemprov Bali karena pelayanan rapid test dilakukan oleh pihak swasta," ujar pria yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Bali ini.

Dia menegaskan, persyaratan rapid test merupakan upaya Bali mengendalikan penyebaran Covid-19. Kebijakan ini juga sejalan dengan kebijakan nasional, yakni memberlakukan persyaratan bebas Covid-19 bagi semua pelaku perjalanan yang menuju Bali.

"Bagi pelaku perjalanan ke Bali yang menggunakan moda transportasi udara harus menunjukan surat keterangan uji test PCR dengan hasil negatif. Bagi pelaku perjalanan yang menuju Bali menggunakan transportasi darat atau laut harus menunjukkan surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif," katanya.


Editor : Reza Yunanto