Pembangunan Jalan Pintas di Bali Berlanjut, Denpasar-Singaraja Cuma 2 Jam  

Okezone.com, Aditya Pratama · Kamis, 16 Januari 2020 - 15:09 WITA
Pembangunan Jalan Pintas di Bali Berlanjut, Denpasar-Singaraja Cuma 2 Jam   
Pembangunan jalan pintas Mengwitani-Singaraja. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.idPembangunan jalan pintas (shortcut) di Bali kembali berlanjut pada 2020. Pembangunan jalan itu untuk mendukung pariwisata di bagian utara Bali.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran jalan pintas tersebut penting untuk mempersingkat jarak tempuh dari Denpasar ke Singaraja yang semula 3 jam menjadi 2 jam.

Jalan pintas itu, kata Basuki, dibangun di 10 lokasi. Titik 1-4 ada di Kabupaten Tabanan sementara titik 5-10 ada di Kabupaten Buleleng.

Selain mempersingkat jarak tempuh, pembangunan jalan pintasan juga untuk mendukung ekonomi rakyat di Bali. Hal itu yang menjadi alasan PUPR tidak membangun jalan tol.

"Di Bali kita menghindari membangun tol, karena ekonomi kerakyatannya sangat menonjol," katanya seperti dilansir laman Setkab, Kamis (16/1/2020).

BACA JUGA: Gubernur Koster Resmikan Jalan Pintasan di Tabanan dan Buleleng, Atasi Kemacetan ke Denpasar

BACA JUGA: Pembangunan Jalan Pintasan di Buleleng Rampung, Peresmian Akan Dilakukan Gubernur Koster Esok

Sementara itu, terkait pembangunan jalan pintasan ini, Kepala BBPJN VIII Ahmad Subki mengatakan, PUPR telah menuntaskan titik 3, 4, 5, dan 6 jalan pintasan tersebut. Keempat titik tersebut telah dibuka untuk umum pada akhir 2019.

Nilai anggarannya masing-masing Rp12,1 miliar (SC 3 panjang 480 meter), Rp116,2 miliar (SC 4 panjang 1.096 meter), dan Rp140,6 miliar (SC 5-6 pnjang 1.740 meter).

"Jika dari Denpasar ke Singaraja biasanya 2 jam 30 menit hingga 3 jam bisa menjadi 1 jam 30 menit hingga 2 jam. Dengan disempurnakannya jalan, kecepatan jalannya bisa lebih tinggi, paling tidak 50 km per jam," katanya.

Subki mengatakan, PUPR akan mengerjakan titik 7 dan 8 pada tahun ini, sementara sisanya 1, 2, 9, dan 10 akan dikerjakan setelahnya.

"Awal Januari 2020 (7 dan 8) sudah masuk tender, terutama yang shortcut 7, Januari 2020 ini sudah masuk pengumuman lelang," katanya.

Untuk keseluruhannya, menurut Subki, sangat tergantung pada sejauh mana Pemda setempat membebaskan lahan. Dia menyebut, desain jalan saat ini dari titik 1-10 sudah selesai semua.


Editor : Reza Yunanto