Mengaku Dukun, Pria di Bali Ditangkap karena Cabuli Pasien

Pande Wismaya ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 16:13:00 WITA
Mengaku Dukun, Pria di Bali Ditangkap karena Cabuli Pasien
Polres Buleleng, Bali menangkap dukun yang mencabuli pasien, Senin (10/8/2020). (iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Polisi menangkap seorang laki-laki yang membuka praktek pengobatan atas tuduhan pencabulan di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali. Pelaku dilaporkan melakukan penipuan dan pencabulan.

Pelaku yakni Ketut Ferry Martana (28). Dia dilaporkan korban KM yang merasa ditipu sejumlah uang oleh pelaku. Tak hanya itu, anak korban inisial FDA juga menjadi sasaran pencabulan pelaku.

"Dia mengatakan kepada korban seolah-olah bisa mengeluarkan penyakit atau gendam di badan seseorang," kata Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa dalam rilis perkara di Mapolres Buleleng, Senin (11/8/2020).

Dia mengatakan, pelaku dalam menjalankan aksinya membuka praktik pengobatan seolah-olah sebagai dukun sakti yang memiliki sejumlah ajimat ampuh seperti Mirah Delima yang bisa menyala, minyak serta barang gaib.

Selanjutnya, pelaku mengatakan kepada korban kalau anaknya yang berinisial FDA dan sedang kuliah di Denpasar terkena gendam. Pelaku menyanggupi untuk menyembuhkan anak korban dengan ritual tertentu.

Kepada korban, pelaku mengaku berafiliasi dengan paranormal di Alas Purwo, Jawa Tengah. Pelaku meminta korban memberikan uang sebesar Rp3,3 juta untuk melakukan pengobatan.

"Namun setelah penyidikan, ternyata uang itu digunakan pelaku untuk kebutuhan pribadi termasuk bersama pacarnya," katanya.

Sedangkan tindakan pencabulan yang dilakukan pelaku yakni saat berpura-pura melakukan pengobatan kepada FDA yang merupakan anak korban. FDA dibawa ke ruang gelap dan tertutup. Keluarga FDA diminta menjaga jarak 2 meter dari korban.

"Saat itu korban berpura-pura bisa mengeluarkan benda-benda gaib dari tubuh korban," ujarnya.

Dalam keadaan gelap itulah, pelaku kemudian melakukan pencabulan. Pelaku mencium pipi FDA yang membuat korban kaget dan melaporkan kejadian tersebut.

"Skenario untuk mendekati FDA ini dengan mengobati di ruangan gelap tertutup. Saat pengobatan itulah dia mencium FDA," tuturnya.

Dari pengakuan pelaku, dia tidak memiliki kemampuan mengobati orang seperti yang dituturkan kepada korban. Hal itu semata-mata dilakukan untuk mendekati FDA.

Kepada wartawan, pelaku pun mengakui nekat melakukan pencabulan tersebut karena menyukai FDA. "Karena suka, cium pipi saja satu kali," tuturnya.

Pelaku mengaku baru sebulan ini menjalankan aksi sebagai dukun palsu.

Editor : Reza Yunanto