Mendagri Tito Karnavian Luruskan Pernyataan Jenazah Covid-19 Dibakar: Ucapan Saya Dipotong

Antara, Fandy Wattimena ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 18:06 WIB
Mendagri Tito Karnavian Luruskan Pernyataan Jenazah Covid-19 Dibakar: Ucapan Saya Dipotong
Mendagri Tito Karnavian saat klarifikasi terkait pernyataannya soal jenazah Covid-19 dibakar. (Foto: iNews/Fandi Wattimena)

AMBON, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut ucapannya soal jenazah Covid-19 secara teori lebih baik dibakar telah dipotong oleh media. Dia memberikan klarifikasi atas pernyataan tersebut.

"Kesempatan ini saya mau mengkarifikasi berita yang menurut saya dipotong saat acara webinar FKUB pada Rabu (22/7) secara nasional," kata Mendagri Tito Karnavian usai salat Jumat di Masjid Taya Al Fatah Ambon, Jumat (24/7/2020).

Tito mengatakan, ucapan itu disampaikan saat menjadi pembicara Webinar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terkait Covid-19 dan penanganannya. Dalam diskusi saat itu salah satu yang disampaikan terkait penanganan jenazah Covid-19.

"Saya sampaikan jenazah Covid-19 secara teori seyogyanya dibakar agar virusnya juga mati. Tetapi belum tentu sesuai dengan akidah atau keyakinan agama tertentu, seperti saya seorang Muslim," katanya.

Tetapi kata Tito, ada media yang memotong ucapannya, bahkan ada kata- kata yang di luar apa yang dikatakan yakni jenazah Covid-19 harus dibakar.

"Saya tidak pernah mengatakan hal seperti itu, yang saya katakan ini panjang saat diskusi penanganan jenazah Covid-19," ujarnya.

Mantan Kapolri itu menerangakan, teknik yang terbaik dengan cara dibungkus rapat, supaya virus tidak ada celah untuk keluar dan selanjutnya dimakamkan di lokasi yang kering, sehingga tidak ada kemungkinan untuk virus keluar mengalir di air dan sebagainya.

Tito meminta polemik terkait pernyataan ini diakhiri dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Sebab pernyataan terkait perlakukan terhadap jenazah yang terinfeksi Covid-19 dikembalikan pada protokol kesehatan dan penanganan sesuai keyakinan (akidah) setiap agama.

Dia meminta agar pemberitaan jika dimuat di media jangan dipotong-potong sehingga kehilangan konteks.

"Masyarakat akhirnya melihat sepotong dan berfikir saya mengharuskan cara penanganan jenazah dibakar, tentu tidak. Saya kira teman-teman yang ikut webinar saat itu memahami betul jika membaca konteks secara keseluruhan," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto