Mahasiswi Peru Jadi Tahanan Narkoba Tewas, Ini Kata Polda Bali

Antara · Rabu, 17 Agustus 2022 - 17:27:00 WITA
Mahasiswi Peru Jadi Tahanan Narkoba Tewas, Ini Kata Polda Bali
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto : MPI/Chusna Mohammad)

DENPASAR, iNews.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Peru yang menjadi tahanan narkotika Polda Bali meninggal di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Bali. Sebelumnya dia dibawa karena mengalami sakit perut dan muntah-muntah usai mengonsumsi obat yang bukan merupakan barang bukti sitaan.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, korban atas nama VVRDP (32) yang merupakan seorang mahasiswi asal Peru.

"Dia sedang berlibur di Bali," kata Stefanus, Rabu (17/8/2022).

Dia mengatakan, penyebab kematian perempuan kelahiran Peruana tersebut karena kegagalan fungsi tubuh yang secara menyeluruh menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan hati serta susunan saraf sampai ke otak pasien.

Menurutnya, korban tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar pada Sabtu (6/8/2022) pukul 18.30 WITA. Dia datang dengan menggunakan pesawat Qatar Airways nomor penerbangan QR 960.

Pada saat itu, petugas Bea Cukai yang bertugas mencurigainya saat melewati pemeriksaan dan dilakukan prosedur pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray.

Setelah diperiksa barang bawaan korban, petugas menemukan sekoper warna silver bertuliskan National Geographic yang dibawa VVRDP. Di dalamnya ditemukan satu alat penggiling warna merah maron yang berisi bubuk hijau lumut, satu kemasan warna kuning yang bertuliskan genius, di dalamnya berisi dua butir tablet/pil warna kuning bertuliskan contains thcyl, satu buah kemasan merah bertuliskan skitles yang di dalamnya berisi permen jelly berbagai warna dengan jumlah 19 biji.

Selain itu, terdapat juga satu bungkus kemasan kertas warna coklat yang di dalamnya berisi dua buah plastik bening berisi kue brownis tanpa bungkus dan sebungkus kue brownis warna coklat dibungkus plastik bening sebagaimana barang tersebut diduga mengandung narkotika jenis ganja dengan total berat keseluruhan sebanyak 231,65 gram.

Setelah itu, Bea Cukai menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: