Kronologi Anggota TNI Terlibat Kasus Asusila Sesama Jenis dengan 3 Pria hingga Diadili

Antara ยท Kamis, 12 Maret 2020 - 18:55:00 WITA
Kronologi Anggota TNI Terlibat Kasus Asusila Sesama Jenis dengan 3 Pria hingga Diadili
Terdakwa DS berdiskusi dengan penasihat hukumnya dalam persidangan, di Pengadilan Militer III-14 Denpasar, Rabu (11/3/2020). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id – Anggota TNI berinisial DS diadili di Pengadilan Militer III-14 Denpasar karena melakukan tindakan asusila pada pasangan sesama jenis (LGBT). Kasus ini terjadi pada tahun 2017 dan 2018 lalu, melibatkan tiga laki-laki dan di tiga lokasi berbeda.

Fakta ini terungkap saat Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi membacakan dakwaan alternatif pertama pada sidang di Denpasar. Dia mengatakan, kejadian itu berawal pada bulan September 2017. Terdakwa DS mengenal saksi pertama berinisial R melalui media sosial Instagram.

Saat perkenalan, DS tidak menggunakan nama asli. DS dan R kemudian sepakat untuk bertemu di salah satu hotel di Denpasar.

“Saat perkenalan, terdakwa memakai nama samaran. Terdakwa dengan saksi 1 tidak ada hubungan keluarga,” ujar Oditur Letkol CHK I Putu Gede Budiadi di Pengadilan Militer III-14 Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Selain dengan DR, pada tahun 2017, terdakwa juga melakukan hal yang sama dengan seseorang berinisial A di penginapan wilayah Canggu, Badung, Bali. Kemudian, pada tahun 2018, DS juga melakukan hal serupa dengan seorang mahasiswa di daerah Seminyak Badung, Bali.

“Terdakwa pada 18 Oktober 2017 dan pada Oktober 2018 atau setidak-tidaknya pada tahun 2017 dan 2018 di sebuah penginapan di wilayah Canggu, Badung, di sebuah hotel wilayah Seminyak, Kuta, dan Hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, atau setidaknya wilayah hukum melakukan tindak pidana barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan,” kata Oditur.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Letkol Chk Roni Suryandoko bersama hakim anggota Letkol Chk Adfan Hendrarto dan Mayor Laut (KH) Bagus Partha Wijaya, Oditur Letkol Chk I Putu Gede Budiadi, Oditur menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa diatur dalam pasal 281 ke-1 KUHP dan 103 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Militer.

Persidangan dilanjutkan dengan eksepsi dari penasihat hukum terdakwa atas dakwaan Oditur Letkol Chk I Putu Gede Budiadi. Penasihat hukum terdakwa, Indra Putra membacakan eksepsinya yang menilai Pasal 281 ke-1 KUHP yang ditujukan kepada terdakwa tidak tepat. Pasal tersebut berbunyi barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan.

“Bahwa menurut kesusilaan yang dimaksud adalah setiap tempat yang dapat dilihat oleh orang banyak misalnya di pinggir jalan, di gedung bioskop, dan seterusnya. Sehingga, kamar hotel yang dijadikan tempat kejadian perkara (TKP) bukanlah tempat yang memenuhi syarat sebagai tepat terbuka,” ujarnya.

Selain itu, penasihat hukum terdakwa mengatakan, selama bertugas di Kodam IX Udayana sampai dengan adanya perkara ini, terdakwa telah melakukan tugas dengan baik dan memiliki kinerja baik.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda tanggapan eksepsi dari Oditur Letkol Chk I Putu Gede Budiadi pada Jumat (13/3/2020).

Editor : Maria Christina