Kisah Sukses Pengusaha Berusia 18 Tahun, Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Martabak

Indira Arri ยท Sabtu, 11 September 2021 - 21:23:00 WITA
Kisah Sukses Pengusaha Berusia 18 Tahun, Raup Omzet Rp100 Juta per Bulan dari Martabak
Sebastian Garry Yusuf, pengusaha martabak di Denpasar, Bali, saat ditemui Sabtu (11/9/2021). (Foto: iNews/Indira Arri)

DENPASAR, iNews.idKisah sukses pengusaha muda di Kota Denpasar, Bali, ini patut menjadi inspirasi. Meski usianya masih 18 tahun, Sabastian Garry Yusuf telah berhasil meraih omzet mencapai Rp100 juta setiap bulan.

Sabastian Garry Yusuf, pemilik usaha Martabak Sultan ini menceritakan kisah suksesnya membangun bisnis kuliner martabak. Tak main-main, usaha yang dirintis sejak awal pandemi itu kini telah memiliki lima cabang walaupun baru dibangun di awal masa pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Memutuskan untuk berwirausaha bukanlah hal yang mudah. Berbagai persiapan matang harus dilakoni agar usaha dapat berjalan seiring perkembangan zaman. Dengan berbagai pertimbangan, dia memilih untuk memulai usaha kuliner martabak yang memang banyak disukai dan terkenal di Indonesia.

Pemuda yang akrab disapa Garry ini menceritakan, modal awal usaha martabak itu didapat dari hasil penjualan playstation adiknya. Dia menjualnya secara diam-diam di awal pandemi Covid-19.

“Awalnya karena adik saya pengen martabak terus. Daripada saya beli martabak terus, mending saya bikin sendiri aja, saya pikir. Akhirnya saya jual beberapa barang untuk modal awal, termasuk playstation adik saya,” kata Garry, Sabtu (11/9/2021).

Setelah hampir dua tahun berjalan, usahanya ternyata terus berkembang. Kini, dia berhasil membuka lima cabang dan mempekerjakan 13 orang karyawan. Omzetnya juga terus meningkat hingga mencapai Rp100 juta per bulan.

“Saya juga tidak menyangka usaha saya bisa booming seperti ini dan berkembang. Dalam sehari bisa laku minimal dari 100 kotak. Omzetnya bisa Rp50 juta hingga Rp100 juta sebulan,” kata Garry.

Garry menceritakan,  kemampuannya membuat martabak didapat dengan belajar secara otodidak dari YouTube. Berkat keuletannya, dia mampu membuat berbagai varian martabak mulai dari martabak telor,  manis, cokelat keju, red velvet dan mozarella.

“Kebetulan orang tua saya pedagang kue, jadi saya gabung-gabungkan aja. Orang tua saya juga sangat memberikan support,” ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2