Kemenkes Duga WN China yang Positif Virus Korona usai Kunjungi Bali Terpapar di Negaranya

Aris Wiyanto, Antara ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 07:47 WIB
Kemenkes Duga WN China yang Positif Virus Korona usai Kunjungi Bali Terpapar di Negaranya
Pasien virus korona di Hubei China. (dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.idKementerian Kesehatan (Kemenkes) memantau informasi yang menyebutkan seorang warga negara China positif terjangkit virus korona usai berkunjung ke Bali. Dari hasil penelusuran, diduga WN China bernama Jin itu terpapar virus setelah tiba kembali ke China.

"Seandainya tanggal 27 (Januari 2020) itu kemungkinan masuk virus, nggak mendukung situasi di Bali dia terinfeksi. Hal itu sangat memungkinkan untuk terjadi penularan di China,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto melalui sambungan telekonfrensi dari Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna, Kamis (13/2/2020).

Yurianto menuturkan, dari data yang didapat, Kemenkes mencoba menganalisis dengan menghitung mundur 10 hari setelah dinyatakan terkonfirmasi yaitu tanggal 27 Januari 2020.

Berdasarkan penelitian spesimen yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Kemenkes pada tanggal tersebut, terdapat 14 sampel yang diperiksa dari terduga virus korona di Bali, yaitu 12 orang WNA dan dua orang WNI.

"Dan semua hasilnya negatif," kata Yurianto.

Selain itu, kata dia, Kemenkes juga melihat data kasus penyakit flu ringan dan pneumonia berat pada hari tersebut di Provinsi Bali tidak ada perubahan yang signifikan atau sama sebagaimana biasanya.

Sedangkan pada tanggal 28 Januari, Kemenkes juga mengecek informasi mengenai aktivitas Jin yang dilakukan setelah sampai di Shanghai yaitu menggunakan transportasi umum.

"Tanggal 12 Januari datang ke Indonesia melalui penerbangan Wuhan-Bali dan tanggal 28 Januari dia kembali ke negaranya melalui Bali-Shanghai menggunakan Garuda. Kami sudah langsung tindaklanjuti ini," kata Yurianto.

Pemerintah melacak ke maskapai penerbangan terhadap penumpang atas nama Jin dan ditemukan terdapat di periode 12 Januari dengan dua orang bernama Jin terbang dari Wuhan ke Bali. Satu orang Jin merupakan anak-anak dan satu orang lainnya dewasa.

Sementara pada penerbangan Bali-Shanghai tertanggal 28 Januari 2020 dari maskapai Garuda Indonesia ditemukan enam orang penumpang bernama Jin. Namun analisis kecurigaan hanya pada dua orang bernama Jin yang seperti penerbangan ke Indonesia.

Sebelumnya WN China asal Wuhanbernama keluarga Jin dinyatakan positif terinfeksi virus korona pada 5 Februari 2020, sebagaimana dituliskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan dan Penyakit Huainan di akun media sosial Weibo.

Dalam keterangan itu tertulis Jin terbang dari Wuhan ke Bali menggunakan penerbangan Lion Air pada 22 Januari, lalu pulang melalui Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada 28 Januari.


Editor : Reza Yunanto