Kemendagri dan PT Napindo Media Ashatama Gelar ITE Forum 2021 Hybrid Event

Reza Yunanto · Selasa, 05 Oktober 2021 - 21:03:00 WITA
Kemendagri dan PT Napindo Media Ashatama Gelar ITE Forum 2021 Hybrid Event
Dirjen Bina Adwil Kemendagri (tengah) foto bersama tamu VIP lainnya usai acara ITE Forum 2021 Hybrid Event di Badung, Bali. (Foto: Kemendagri)

BADUNG, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama menggelar kegiatan Integrated Technology Event (ITE) Forum 2021 Hybrid Event. Acara yang selaras dengan Program Nasional Pengelolaan Kota Cerdas di Wilayah Metropolitan itu diselenggarakan di Kabupaten Badung, Bali.

ITE Forum 2021 Hybrid Event ini terdiri atas rangkaian kegiatan Indonesia International Smart City (IISMEX), Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, Indo Pooltech, Indo Firex dan Indo Security.

Kegiatan di Gedung Pertemuan Kertha Gosana Kabupaten Badung,  pada Rabu, 29 September 2021 lalu itu diselenggarakan secara luring sesuai dengan protokol kesehatan dan daring melalui zoom meeting. 

ITE Forum 2021 Hybrid Event mengangkat tema "Integrated Development Strategies For Metropolitan Areas" yang membahas strategi terpadu dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan metropolitan. Percepatan itu dengan perencanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, serta menyelaraskan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi dan antar stakeholder lainnya.

Forum secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal sekaligus juga meluncurkan handbook Penyelenggaraan Kota Cerdas, website aplikasi web.re-tiket.id dan website Global Open Innovation Indonesia.

Safrizal dalam sambutannya menyampaikan strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan, sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. 

"Untuk RPJMN 2020-2024, akan memprioritaskan pada pengembangan wilayah metropolitan Palembang, Denpasar, Banjarmasin dan Makassar," katanya. 

Kemendagri berperan dalam pengembangan wilayah metropolitan, terutama dalam pelaksanaan perjanjian kerja sama daerah dan dalam penyelesaian permasalahan pelayanan publik.

Kemendagri senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi. Ini termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan.

"Hal ini untuk menjamin tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan publik," katanya.

Acara ini sekaligus menjadi rangkaian kegiatan menuju Integrated Technology Event (ITE) Forum 2021 Hybrid Event yang akan berlangsung di Grand City Convex Surabaya, pada 17-19 November 2021.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Adwil, Bupati Badung, Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Jembrana, Sekretaris Daerah Tabanan, Executive Direktur APEKSI dan perwakilan dari Google Cloud Indonesia.

Para narasumber hadir secara virtual, yakni dari BPIW, Kementerian PPN/Bappenas, perwakilan APKASI, Panel Expert Katadata Insight Centre Katadata, PreSales Engineer APAC, Planet Labs, Vallfirest, Tribe Leader Smart City-Digital Business & Technology dari PT Telkom Indonesia, Chairman DPD DKI Jakarta APTIKNAS, Direktur PDAM Pontianak, Direktur PDAM Giri Menang, Mataram, Founder of Greeneration Foundation, Chairman NFPA-CFPAA dan Atase Perlindungan Masyarakat untuk ASEAN dari Kedutaan Besar Prancis di Singapura.

Editor : Maria Christina

Bagikan Artikel: