Kemenag Bali: Perayaan Idul Adha Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Antara ยท Senin, 27 Juli 2020 - 18:16 WIB
Kemenag Bali: Perayaan Idul Adha Wajib Patuhi Protokol Kesehatan
Ilustrasi hewan kurban. (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Rangkaian perayaan Idul Adha 1441 H di wilayah Provinsi Bali pada 31 Juli 2020 wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Masyarakat muslim di Bali bisa melaksanakan rangkaian Idul Adha baik itu Salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan," ujar Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali, Nurkhamid di Denpasar, Senin (27/7/2020).

Sejumlah protokol kesehatan yang harus dilakukan saat pelaksanaan ibadah rangkaian Idul Adha tersebut di antaranya adalah menjaga jarak antarjamaah, melakukan pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan hand sanitizer dan fasilitas cuci tangan.

Selain itu umat Muslim yang menjalankan ibadah juga diminta untuk tetap memakai masker serta membawa alat shalat sendiri dari rumah masing-masing dan menghindari kontak fisik dengan jamaah lainnya.

"Untuk penyelenggaraan Salat Idul Adha dapat dilakukan di masjid, musala maupun lapangan yang penting harus menerapkan protokol kesehatan. Di lapangan tidak ada masalah, justru kami juga mendapatkan saran dari Gugus Tugas Provinsi untuk dilakukan di lapangan karena lebih terbuka," katanya.

Dia menambahkan, untuk proses penyembelihan hewan kurban, maka setiap penyelenggara yang melaksanakan penyembelihan juga harus menerapkan berbagai protokol kesehatan secara ketat.

Protokol kesehatan yang telah ditetapkan tersebut di antaranya pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik, semua panitia penyembelihan hewan kurban harus mengenakan baju berlengan lengan panjang dan mengatur jarak.

Pendistribusian daging hewan kurban juga akan dilakukan oleh panitia dengan langsung diantarkan menuju rumah penerima dan penerima tidak diperkenankan mengambil sendiri daging ke tempat penyembelihan hewan kurban untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.

"Yang boleh terlibat juga hanya panitia penyembelihan dan orang yang berkurban. Tidak ada orang yang datang untuk melihat proses penyembelihan hewan kurban, " ujarnya.


Editor : Reza Yunanto