Kasus DBD di Bali Tertinggi Kedua di Indonesia, Total 8.930 Orang

Antara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 17:47 WIB
Kasus DBD di Bali Tertinggi Kedua di Indonesia, Total 8.930 Orang
Ilustrasi nyamuk.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat. Total hingga 8 Juli 2020 mencapai 71.633 kasus.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada 10 provinsi yang melaporkan kasus terbanyak.

"Provinsi-provinsi yang melaporkan jumlah kasus DBD cukup banyak itu ada di Provinsi Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Lampung, DKI Jakarta, NTB, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Riau," katanya dalam telekonfrensi di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Jawa Barat tercatat sebagai provinsi yang melaporkan kasus DBD paling tinggi dengan 10.772 kasus, disusul Bali 8.930 kasus, dan Jawa Timur 5.948 kasus. Kemudian, disusul Nusa Tenggara Timur 5.539 kasus, Lampung 5.135 kasus, DKI Jakarta 4.227 kasus, Nusa Tenggara Barat 3.796 kasus, Jawa Tengah 2.846 kasus, Daerah Istimewa Yogyakarta 2.720 kasus dan Riau dengan 2.255 kasus.

Kendati Jawa Barat penyumbang kasus tertinggi, namun dua daerah kabupaten/kota di Bali tercatat sebagai wilayah yang menyumbangkan kasus DBD tertinggi, yaitu Kabupaten Buleleng dengan 2.677 kasus dan Kabupaten Badung dengan 2.138 kasus. Berikutnya Kota Bandung 1.748, Sikka 1.715, Jakarta Timur 1.365, Lombok Barat 1.349, Kota Denpasar 1.266, Gianyar 1.224, Jakarta Barat 1.135 dan Malang 1.021 kasus.

Sedangkan angka kematian akibat DBD tercatat sudah sebanyak 459 orang. Jawa Barat juga menjadi provinsi yang mencatatkan angka kematian paling tinggi, sebanyak 92 orang, diikuti NTT sebanyak 56 orang, Jatim 53 orang, Jateng 42 orang, Lampung 22 orang, Sulawesi Selatan 19 orang, Riau 19 orang, Bali 18 orang, Banten 16 orang dan NTB 13 orang.

Menurutnya, kasus DBD pada periode Januari-Juli tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2017 yaitu 35.101 kasus dan pada 2018 yaitu 21.861 kasus.

Kendati demikian, angka kasus di tahun 2020 masih jauh lebih rendah dibandingkan pada periode yang sama 2019, yaitu 112.954 kasus.

Sedangkan angka kematian akibat DBD pada periode Januari-Juli 2020 masih tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2017 sebanyak 243 orang, dan 158 orang pada periode yang sama di 2018.

Dia menuturkan, Kemenkes masih terus berupaya menyosialisasikan gerakan juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) untuk membatasi potesi perkembangbiakan nyamuk di lingkungan sekitar.

"Prinsipnya kita tetap mensosialisasikan untuk menjadi jumantik di rumah masing-masing di masa kita masih melakukan kebijakan untuk menjaga jarak. Memastikan rumah kita terbebas sarang nyamuk," katanya.


Editor : Reza Yunanto