Kapal Terbakar di Pelabuhan Benoa, Ratusan Nelayan Terancam Menganggur
DENPASAR, iNews.id – Terbakarnya 40 kapal di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, membuat ratusan nelayan setempat kehilangan mata pencaharian. Kapal yang selama ini mereka gunakan untuk melaut ludes dilalap kobaran api dalam peristiwa tersebut.
Sekjen Asosiasi Tuna Longline Infonesia (ATLI) Dwi Agus Siswa Putra mengatakan, dalam setiap kapal sedikitnya ada 15 sampai 20 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah itu, bisa ditotal ada sekitar 500-an nelayan yang terdampak musibah tersebut.
“Tadi saya cek ke lokasi rata-rata kapal yang terbakar itu anggota ATLI. Hanya tujuh kapal saja yang bukan,” kata Putra, Senin (9/7/2018).
Dia memperkirakan, musibah ini akan berdampak pada penurunan produksi ikan tuna. Namun untuk detail penurunananya dia masih belum bisa memastikan.
“Yang jelas kapal itu semua siap operasi. Namun adanya musibah ini kami tidak bisa apa-apa. Harapan kami ini jadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi,” ucapnya.
Putra mengungkapkan kondisi kapal yang saling berdempetan menjadi penyebab api cepat meluas. Dia menilai, hal itu lantaran kurangnya akses sandaran kapal. Keberadaan dermaga kurang representatif dengan jumlah kapal yang cukup banyak.
“Coba lihat saja sendiri, apa kolam (dermaganya) memadai. Kan tidak. Tanggung jawab itu ada sama KSOP dan Pelindo,” tuturnya.
Dampak kerugian materiel atas musibah kebakaran di Pelabuhan Benoa itu belum dapat dipastikan. Namun untuk satu unit kapal kerugiannya berkisar hingga Rp5 miliarm sehingga angkanya diperkirakan mencapai ratusan miliar.
Editor: Donald Karouw