Kabar Duka, 17 Warga Bali Meninggal akibat Terpapar Covid-19

dewi umaryati ยท Jumat, 05 Maret 2021 - 07:12:00 WITA
Kabar Duka, 17 Warga Bali Meninggal akibat Terpapar Covid-19
Ilustrasi corona. (Foto: Ist)

DENPASAR, iNews.id – Kabar duka datang dari Bali. Sebanyak 17 warga dinyatakan meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

Jumlah warga yang terkonfirmasi positif bertambah 268 kasus, dan yang berhasil sembuh 256 orang. 

“Jumlah yang meninggal hari ini menjadi yang terbanyak sekaligus rekor tertinggi selama pandemi Covid-19,” kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, Kamis (4/3/2021).

Sebanyak 17 warga yang meninggal itu, berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Hanya Gianyar yang nihil melaporkan kasus kematian. 

Bangli menjadi kabupaten yang terbanyak melaporkan kasus kematian, yakni empat kasus. Kemudian disusul Tabanan dan Badung masing-masing tiga kasus, Denpasar dan Buleleng masing-masing dua kasus, serta Jembrana, Klungkung, Karangasem masing-masing satu kasus,” katanya.

Mereka yang meninggal ini, 16 orang terpapar Covid-19 melalui transmisi lokal. Sementara satu orang asal Karangasem tertular setelah melakukan perjalanan dari luar Bali atau Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). 

Untuk kasus meninggal dunia di Bali pada Maret, bertambah sebanyak 41 kasus menjadi 964 orang. Kasus meninggal terdiri atas 960 WNI dan 4 WNA, atau 2,74 persen dari total kasus positif.

Kasus konfirmasi positif di Bali bertambah 268, sehingga total keseluruhan menjadi 35.165.

“Dari jumlah yang terkonfirmasi positif, yang tertular melalui transmisi lokal ada 238 kasus dan 30 orang merupakan PPDN,” kata Rentin.

Selain warga Bali, ada 4 WNA serta 11 orang dari luar Bali yang dinyatakan positif Covid-19 dan kini sedang menjalani perawatan. 

Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 256 sehingga total menjadi 32.121 orang, temasuk di antaranya 5 WNA.

“Kasus aktif di Bali sebanyak 2.080 terdiri atas 2.070 WNI dan 10 WNA,” katanya. 

Rentin mengingatkan kepada masyarakat, saat ini Bali masih dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang berlaku sejak 23 Februari sampai 8 Maret mendatang. 

Pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan untuk menanggulangi semakin meluasnya penyebaran virus corona di masyarakat. Program ini yakni dengan melaksanakan 6M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, serta mentaati aturan.

Editor : Dewi Umaryati