Kabar Baik, Nilai Santunan Kematian Peserta BPJS Ketenagakerjaan Naik Jadi Rp20 Juta

Reza Yunanto ยท Senin, 23 Desember 2019 - 13:57 WITA
Kabar Baik, Nilai Santunan Kematian Peserta BPJS Ketenagakerjaan Naik Jadi Rp20 Juta
logo BPJSTK (dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kabar baik untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK). Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang kenaikan nilai manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Selain itu, jangka waktu hak menuntut manfaat juga diperpanjang.

PP Nomor 82 Tahun 2019 tersebut merevisi PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM. Mengutip laman Sekretariat Kabinet, www.setkab.go.id, pada Senin (23/12/2019), PP tersebut telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 29 November 2019.

Berikut ini poin-poin yang direvisi dalam PP tersebut. Pertama, ada penambahan dua angka dalam pasal 2 ayat (2) yang mencakup perawatan di rumah sakit bagi peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan berobat ke rumah sakit serta pemeriksaan diagnostik dalam penyelesaian kasus penyakit akibat kerja.

Selain itu, pada pasal 25 ayat (2) dan pasal 26 untuk memperpanjang jangka waktu menuntut hak manfaat dari sebelumnya maksimal 2 tahun kini bisa sampai 5 tahun.

Perubahan juga dilakukan atas Pasal 34 dalam PP 44/2015 yang mengatur rincian besaran JKM mulai dari santunan kematian hingga beasiswa pendidikan.

Berikutnya, santunan kepada ahli waris naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta. Kemudian santunan berkala naik dari Rp4,8 juta menjadi Rp12 juta.

Biaya pemakaman dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta. Serta beasiswa pendidikan bagi anak dari peserta kini bisa diberikan dengan masa iur 3 tahun dari sebelumnya masa iur minimal 2 tahun.

Beasiswa yang sebelumnya diberikan secara lumpsum sebesar Rp12 juta, kini bisa diberikan paling banyak kepada dua anak setiap tahun sesuai tingkat pendidikan anak.

Namun perlu dicatat, seluruh manfaat ini bisa diperoleh selama peserta aktif terdaftar di BPJSTK.


Editor : Reza Yunanto