Jokowi: Rem dan Gas Harus Seimbang Mengelola Ekonomi dan Pandemi Covid-19

Ihya Ulumuddin ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 16:46 WIB
Jokowi: Rem dan Gas Harus Seimbang Mengelola Ekonomi dan Pandemi Covid-19
Presiden Jokowi saat memaparkan kondisi ekonomi di Indonesia di tengah Covid-19, Kamis (25/6/2020).(foto:iNews.id/ist)

SURABAYA, iNews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meningatkan dua krisis besar yang dihadapi Indonesia saat ini. Dua krisis itu yakni ekonomi dan pandemi Covid-19. Menangani krisis dua sektor tersebut harus dilakukan dengan seimbang.

“Dalam mengelola manajemen krisis ini, rem dan gas harus seimbang. Tidak bisa kita urusan ekonomi kita buka seluas-luasnya, sementara Covid-19 tidak terkendali. Atau konsentrasi di kesehatan, tetapi ekonomi terganggu,” kata Jokowi di Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Jokowi mengatakan apa yang dialami negara-negara di dunia lain juga akan berimbas ke dalam negeri. Karena itu harus pandai mencari solusi. Selain tetap mengendalikan penyebaran Covid-19, kondisi ekonomi juga harus tetap dijaga.

"Maka sebelum masuk ke new normal, harus ada prakondisi terlebih dahulu. Jangan langsung dibuka. Cari timing yang tepat. Kabupaten mana dulu, kota mana dulu dan sektor mana dulu yang harus dibuka. Bukan langsung semua," ujarnya.

Jokowi mengatakan, semua negara juga mengalami krisis ekonomi. Bahkan sejumlah negara mengalami minus perekonomian dengan persentase yang terbilang besar.

"IMF memprediksi Amerika minus 8 persen, Jepang 5,8 persen, Inggris 10,2 persen, Italia 12,8 persen, Jerman, 7,5 persen. Artinya, demand nanti akan terganggu, suplai akan terganggu, produksi juga akan terganggu,” katanya.

Jokowi mengatakan sektor dengan risiko penyebaran Covid-19 paling rendah harus didahulukan untuk dibuka. Setelah itu baru sektor dengan risiko sedang dan tinggi.

"Sekali lagi, rem dan gasnya harus seimbang,” ujarnya.

Diketahui, hari ini Presiden Jokowi datang ke Jatim untuk memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Jatim. Selain itu, Jokowi juga akan berkunjung ke Banyuwangi untuk meninjau kesiapan destinasi wisata di sana.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga melaporkan kondisi perekonomian di Jatim di tengah pandemi Covid-19. Khofifah juga menjelaskan rendahnya tingkat persentase masyarakat Jatim menggunakan masker dan menerapkan physical distancing.


Editor : Reza Yunanto