Jadi Kurir Sabu 1 Kg, Suami-Istri di Bali Ditangkap Polisi

Bona Jaya ยท Rabu, 01 Agustus 2018 - 18:15 WITA
Jadi Kurir Sabu 1 Kg, Suami-Istri di Bali Ditangkap Polisi
Sepasang suami istri, Num dan YF ditangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Bali karena menjadi kurir sabu 1 kg dari Thailand. (Foto: iNews.id/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id – Petugas Bea Cukai Ngurah Rai dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali berhasil mengamankan paket sabu seberat hampir satu kilogram  (1 kg) yang didatangkan dari Thailand, Rabu (1/8/2018).

Petugas juga meringkus pasangan suami istri (pasutri), Num (28) dan YF (25) yang berperan mengambil paket sabu tersebut. Num dan YF ditangkap petugas di rumahnya tanpa perlawanan.

Penangkapan pasutri tersebut berawal kecurigaan petugas Bea Cukai atas dua paket besar yang datang dari Thailand. Modusnya sabu seberat hampir 1 kg tersebut tersimpan rapi di balik tumpukan puluhan tas wanita.

“Ada barang kiriman tas dari luar negeri. Petugas kami mencurigai ada barang narkoba di tali tas wanita itu. Setelah dicek ternyata benar ada serbuk putih menyerupai sabu. Kami langsung koordinasi dengan Polda Bali,” kata Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali-Nusa Tenggara Barat, Syarif Hidayat.

Tak butuh waktu lama seusai menerima laporan Bea Cukai, tim Buser Narkoba Polda Bali langsung mendata dan berhasil menangkap penerima barang yang merupakan pasangan suami-istri di sebuah rumah kawasan Pamogan, Denpasar, Bali.

Wakil Direktur Resnarkoba Polda Bali, AKBP Sudjarwoko mengatakan, modus pengiriman sabu melalui paket tas wanita dari Thailand ke Bali ini tergolong sangat rapi. Pengirim paket sabu ini menyelipkan barang terlarang ke dalam selang plastik dan disamarkan dalam tali tas. “Saat diperiksa lebih dalam, petugas menemukan serbuk putih menyerupai sabu dalam selang plastik di tali tas,” katanya.

Sudjarwoko mengatakan, dari hasil penyelidikan juga terungkap pasutri itu menjalankan aksinya berdasarkan perintah dari seseorang yang kini masih dalam daftar pencarian orang (DPO). “Kedua pelaku ini kami jerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Peredaran Narkoba dengan ancaman hukuman hingga seumur hidup,” tandasnya.


Editor : Kastolani Marzuki