Istri Napi Lapas Kerobokan Jadi Perantara Penjualan Narkotika di Bali

Antara ยท Rabu, 22 Januari 2020 - 14:48:00 WITA
Istri Napi Lapas Kerobokan Jadi Perantara Penjualan Narkotika di Bali
BNN Badung merilis penangkapan istri napi Lapas Kerobokan yang menjadi perantara penjualan narkoba di Badung, Bali, Selasa (21/1/2020). (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id – Seorang istri napi Lapas Kerobokan menjadi perantara penjualan narkotika jenis sabu di Badung, Bali. Pelaku bertugas mengantar narkoba dari suaminya kepada penjual.

Pelaku adalah Ni Luh Komang Novia Leri (22). Dia ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung, di rumahnya, di Desa Abiansemal, Badung pada Jumat (17/1/2020) sore.

Petugas yang menggeledah rumah pelaku menemukan tujuh paket sabu seberat 2,19 gram yang siap diedarkan. Kepada petugas, pelaku mengaku sabu tersebut milik suaminya, I Kadek Diari Arsana Eka Putra yang sedang mendekam di Lapas Kerobokan karena kasus kepemilikan narkotika.

"Jadi tersangka mengakui sabu itu adalah milik suaminya I Kadek Diari Arsana Eka Putra dengan status napi di Lapas Kerobokan dan sedang menjalani hukuman kasus narkotika dengan vonis 12 tahun," ujar Kepala BNN Badung, AKBP Ni Ketut Masmini di Denpasar, Selasa (21/1/2020).

Masmini menambahkan, pelaku mendapatkan barang terlarang itu dari suaminya dengan memanfaatkan waktu besuk di Lapas. Tiap kembali dari Lapas, pelaku membawa pakaian kotor untuk dicuci yang di dalamnya terselip paket sabu.

Oleh pelaku, paket sabu tersebut diberikan kepada pelaku lain yang masih dalam jaringan suaminya, yaitu I Made Suweca.

Petugas BNN Badung juga telah menangkap Suweca. Dia pun mengakui menerima barang haram tersebut dari napi di Lapas Kerobokan melalui perantara istri napi tersebut.

"Jadi setelah dimintai keterangan dari tersangka I Made Suweca alias Boncel kalau Ia mengakui mendapatkan sabu dari seorang napi Lapas Kerobokan bernama I Kadek Diari Arsana Eka Putra, dan istri dari napi itu yang jadi perantaranya bernama Ni Luh Komang Novia Leri," kata Masmini menjelaskan.

Dari penangkapan Suweca, BNN juga menangkap dua orang pembeli. Suweca diketahui sering didatangi oleh pembeli di rumahnya di Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

Dua orang pembeli yang ditangkap adalah NS dan WD, yang kedapatan membeli paket sabu kepada Suweca seharga Rp500.000.

Petugas BNN juga menangkap PA yang merupakan kekasih Suweca. Namun, PA mengaku hanya diajak menikmati sabu saja oleh pacarnya, dan tidak terlibat dalam aktivitas jual beli narkotika.

Masmini mengatakan, Leri dan Suweca terancam dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara tiga orang lainnya dirujuk untuk mengikuti rehabilitasi.

"Jadi untuk tiga orang penyalahguna narkoba dengan inisial NS, WD dan PA tersebut saat ini telah dilimpahkan ke Seksi Rehabilitasi untuk dilakukan assesmen," katanya.

Editor : Reza Yunanto