Istilah Social Distancing Diganti Jadi Physical Distancing, Ini Penjelasan Pemerintah

Rizki Maulana ยท Senin, 23 Maret 2020 - 18:45 WIB
Istilah Social Distancing Diganti Jadi Physical Distancing, Ini Penjelasan Pemerintah
Menko Polhukam Mahfud MD (dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Penggunaan istilah social distancing terkait pencegahan virus corona (Covid-19) diganti menjadi physical distancing. Pergantian istilah untuk menyesuaikan dengan budaya masyarakat Indonesia.

Pergantian istilah itu dikatakan Menko Polhukam Mahfud MD dalam telekonfrensi dengan media, Senin (23/3/2020).

"Usulan penyebutan social distancing itu dianggap, apa namanya tidak sesuai dengan budaya kita seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Oleh sebab itu namannya bukan lagi social distancing tetapi physical distancing ya," katanya.

Mahfud menuturkan, pergantian istilah itu sama sekali tidak berujung pada perubahan kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.

"Tidak mengubah kebijakan apa-apa kok hanya namannya saja," ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Menurut Mahfud, pemerintah juga sempat mengusulkan istilah social distancing diganti agar lebih menyangkut kearifan lokal dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Penggunaan Bahasa Indonesia itu menjadi menjaga jarak fisik dalam pergaulan.

"Bahkan diusulkan juga namannya bahasa Indonesia, menjadi menjaga jarak fisik di dalam pergaulan," ucapnya.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga jarak aman dalam berinteraksi di lingkungan luar.

Mahfud memperjelas anjuran tersebut dengan memastikan berjarak 1 meter dan kemudian mencuci tangan, muka serta pakaian yang digunakan setelah melakukan pertemuan.

"Melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak penting, kalau memang sangat penting jaraknya diatur satu meter. Lalu membersihkan diri tangan, wajah, baju, dan sebagainya itu. Supaya dilakukan oleh masyarakat atas bimbingan pemerintah melalui physical distancing," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menganjurkan dan mendorong penggunaan frasa physical distancing yang berarti "menjaga jarak fisik" alih-alih frasa social distancing (menjaga jarak sosial). Hal itu dikemukakan WHO untuk mendorong masyarakat agar tetap terhubung melalui media sosial.

Menurut WHO, gagasan pengubahan istilah itu untuk menjernihkan pemahaman perintah untuk tetap di rumah selama wabah virus korona saat ini bukan tentang memutuskan kontak dengan teman dan keluarga. Melainkan hanya menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit itu tidak menyebar.

Untuk itu, WHO menjelaskan langkah menjaga jarak fisik dan mengarantina diri bila sakit memang baik untuk menahan penyebaran virus korona. Namun, itu bukan berarti membuat orang-orang menjadi terisolasi secara sosial.

Masyarakat tetap perlu melakukan interaksi sosial, terutama dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menggunakan media sosial. Dengan begitu, komunikasi antarsesama tetap terjaga.

"Teknologi saat ini sudah berkembang demikian pesat, sehingga kita bisa tetap saling terhubung tanpa harus secara fisik berada di dalam ruangan atau tempat yang sama," ungkap Ketua Tim Teknis Tanggap Covid-19 WHO, Dr Maria Van Kerkhove, seperti dikutip dari CTV News, Senin (23/3/2020).


Editor : Reza Yunanto