Dana Insentif Tenaga Medis Covid-19 di Bali Cair, Begini Perinciannya

Antara ยท Kamis, 09 Juli 2020 - 16:57:00 WITA
Dana Insentif Tenaga Medis Covid-19 di Bali Cair, Begini Perinciannya
Ilustrasi tenaga medis (Sindonews.com)

DENPASAR, iNews.id - Tenaga medis di Bali yang menangani pasien Covid-19 segera menerima dana insentif. Pemerintah Provinsi Bali telah mencairkan Rp3,7 miliar untuk insentif tenaga medis penanganan Covid-19.

"Insentif sebesar Rp3,7 miliar itu untuk insentif selama tiga bulan, yakni Maret, April dan Mei yang diberikan pada tenaga kesehatan dan non-tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya di Denpasar, Kamis (9/7/2020).

Suarjaya menambahkan, dana insentif itu telah ditransfer sepekan lalu ke bendahara di tiap rumah sakit rujukan yang ada di kabupaten/kota di Bali. Dana insentif yang sudah ditransfer ke rekening bendahara itu, selanjutnya akan didistribusikan langsung ke masing-masing tenaga medisnya.

Suarjaya merinci, untuk dokter spesialis per bulannya maksimal sebesar Rp15 juta. Dokter umum dan dokter gigi sebesar Rp10 juta.

Kemudian perawat atau bidan sebesar Rp7,5 juta. Untuk tenaga nonmedis di Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang melakukan penelusuran (tracing) kontak sebesar Rp5 juta, dan tenaga kebersihan serta pramusaji sebesar Rp2,5 juta.

Kendati demikian, Suarjaya mengingatkan untuk besaran insentif yang diterima juga menyesuaikan dengan tingkat kehadiran tenaga medis dan nonmedis di masing-masing unit kerja.

Suarjaya mengatakan, khusus untuk tenaga non medis di RSUP Sanglah akan mendapat penambahan dana insentif. Namun, besaran dana belum ditentukan.

"Yang tenaga non-medis di RSUP Sanglah karena belum masuk di Pergub, kami akan revisi dulu. Jadi nanti tidak Rp3,7 miliar tetapi akan ada tambahan lagi," tuturnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan untuk non-tenaga kesehatan di RSUP Sanglah akan dimintakan ke Pemprov Bali karena sesuai ketentuan Permenkes, insentif hanya diberikan ke tenaga medis.

"Tetapi kami di daerah memperluas itu, karena realitasnya bukan hanya tenaga kesehatan saja, seperti sopir ambulans juga yang antar pasien positif, tetapi nilainya beda-beda," kata Dewa Indra.

Editor : Reza Yunanto

Bagikan Artikel: