Industri Minyak Kelapa Tradisional di Klungkung Bertahan di tengah Pandemi Covid-19
KLUNGKUNG, iNews.id – Pandemi Covid-19 membuat banyak industri, mulai dari skala rumahan hingga industri besar terkena dampaknya. Seperti industri minyak kelapa tradisional di Klungkung, yang mencoba bertahan di tengah lesunya permintaan.
Pemilik usaha minyak kelapa bernama Ni Wayan Sudari, di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Klungkung menjadi satu dari sejumlah pengusaha yang terkena imbas pandemi Covid-19.
Industri rumahan yang telah berdiri sejak 15 tahun lalu, kini mulai sepi permintaan.
“Sebelum corona dulu penjualan masih bagus, tetapi sekarang kalau mau bertahan ya terpaksa harus menurunkan harga,” kata Sudari, Kamis (24/9/2020).
Jika sebelum Covid-19, minyak kelapa sulang dijual Rp19.000 per botol, kini hanya dijual Rp15.000. “Tidak apa-apa nurunkan harga, daripada nggak ada yang beli. Cari kerja zaman sekarang susah,” katanya.
Meski pendapatannya turun, Sudari mengaku tidak mengurangi jumlah pekerja.
“Jumlah pekerja semuanya tetap. Hanya uang yang dulu per harinya bisa dapat Rp150.000 sekarang cuma Rp100.000,” katanya.
Dengan dibantu enam pekerja, Sudari membuat minyak kelapa ini secara tradisional menggunakan kelapa lokal yang didatangkan dari Nusa Penida dan Karangasem.
Minyak kelapa buatan Sudari ini tak hanya dikenal di Kabupaten Klungkung, tetapi juga telah dipasarkan hingga ke seluruh Bali.
Proses membuat minyak kelapa juga masih mempertahankan dengan bahan bakar kayu.
Editor: Dewi Umaryati