Ibu Melahirkan di Bali Positif Terjangkit Covid-19, Dirawat Terpisah dari Bayinya

dewi umaryati ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 19:55:00 WITA
Ibu Melahirkan di Bali Positif Terjangkit Covid-19, Dirawat Terpisah dari Bayinya
Ilustrasi virus corona (Antara)

BULELENG, iNews.id - Seorang perempuan di Kabupaten Buleleng, Bali yang baru melahirkan bayinya dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Perempuan tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar dan dipisahkan dari bayinya.

Perempuan asal Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak itu menjadi salah satu kasus positif Covid-19 terbaru di Buleleng. Perempuan ini selanjutnya diberi kode PDP 84

"Pasien yang diberi kode PDP 84 itu telah dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapat penanganan lebih intensif," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa dalam keterangan kepada media, Kamis (4/6/2020).

Suyasa mengatakan, PDP 84 tersebut melahirkan bayinya pada Senin (1/6/2020) di RSUD Buleleng. Usai melahirkan, petugas medis melakukan rapid test dan mendapatkan hasil reaktif Covid-19.

Karena hasilnya reaktif, perempuan tersebut langsung diambil sampel swab. Namun, pada Rabu (3/6/2020) perempuan tersebut dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar karena memiliki riwayat darah tinggi.

"Setelah dirawat RSUP Sanglah, hasil swabnya keluar dan dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona," ujar Suyasa.

Suyasa menambahkan, setelah dipastikan positif terjangkit Covid-19, perempuan tersebut dipisahkan dari bayinya yang kini dirawat keluarganya di Buleleng.

Saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buleleng ini sedang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak langsung dengan PDP 84 ini. Tim Gugus Tugas belum bisa memastikan penularan yang dialami PDP 84.

Menurut informasi, suami PDP 84 ini seorang pekerja migran yang baru pulang dari Brazil pada 23 Maret lalu. Kendati demikian, hasil rapid test suami PDP 84 itu nonreaktif.

"Kami belum tahu PDP 84 ini tertular dari mana," ujar Suyasa.

Menurut Suyasa, bayi dari PDP 84 ini selanjutnya akan diambil sampel swab untuk diuji tes swab berbasis PCR. "Namun tidak sekarang, kasihan baru lahir," tuturnya.

Editor : Reza Yunanto