Hutan di Lereng Gunung Agung Bali Terbakar, Petugas Gabungan Pantau Titik Api

Yunda Ariesta ยท Rabu, 28 Agustus 2019 - 18:55 WIB
Hutan di Lereng Gunung Agung Bali Terbakar, Petugas Gabungan Pantau Titik Api
Tim gabungan memantau perkembangan kebakaran di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (28/8/2019). (Foto: iNews/Yunda Ariesta)

KARANGASEM, iNews.idKebakaran hutan lindung di lereng atas Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, kembali terjadi. Kawasan hutan yang terbakar hampir seluas 1 hektare hingga Rabu (28/8/2019). Petugas gabungan terus memantau titik api dan siap mengantisipasi jika kebakaran mendekat ke permukiman.

Kebakaran terjadi tepatnya di wilayah Desa Belong, Perbekelan Desa Ban, Kecamatan Kubu. Sebelumnya hutan lindung di wilayah lereng atas Gunung Agung juga terbakar di lereng Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang.

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Selasa petang (28/8/2019). Api yang awalnya hanya terlihat di satu titik merembet hingga lebih dari lima titik api. Pada Rabu pagi (28/8/2019) tadi, titik api kebakaran mulai mengecil. Namun, titik api diperkirakan membesar dan meluas pada Rabu siang.

Sejumlah petugas dari Resor Pengelolaan Hutan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem dan Kodim 1623 Karangasem, bergerak mendekat ke lokasi pemantauan di Desa Belong, Perbekelan Desa Ban, Kecamatan Kubu. Petugas terus memantau perkembangan kebakaran di areal PAL B 505 hingga areal PAL B 510 HL itu.

Untuk sementara, petugas gabungan di lokasi hanya melakukan pemantauan. Upaya pemadaman baru akan dilakukan jika titik api mendekati areal permukiman warga.

“Kami akan melihat dan memantau kondisi di lapangan. Sementara kebakaran sejauh ini tidak mendekati permukiman. Lokasi kebakaran di ketinggian di atas 1.500 mdpl. Sementara vegetasi di area yang terbakar kebanyakan pohon cemara dan sisanya semak belukar,” kata Kepala Resor Pemangku Hutan (KRPH) Daya Karangasem, I Gede Artha Susila.

Sementara Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf Bima Santosa mengatakan, kebakaran diduga terjadi akibat gesekan batang atau ranting pohon kering yang tertiup angin kencang. Lokasi titik api berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Agung sehingga pihaknya tak merekomendasikan untuk masuk ke kawasan itu.

“Kami masih memantau perkembangan api. Kalau membahayakan atau ke permukiman, kami akan bertindak. Sekarang kami masih memantau. Kalau lihat zonanya, jaraknya lebih kurang 3 km dari puncak Gunung Agung,” kata Letkol Inf Bima Santosa.


Editor : Maria Christina