Hujan Deras, Ratusan Rumah di Jembrana Bali Terendam Banjir

Antara, Nyoman Sudika ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 11:43 WITA
Hujan Deras, Ratusan Rumah di Jembrana Bali Terendam Banjir
Banjir akibat hujan deras merendam ratusan rumah di Kabupaten Jembrana, Bali. (iNews.id/Nyoman Sudika)

JEMBRANA, iNews.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana, Bali pada Minggu (11/10/2020) menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Beberapa lokasi juga melaporkan terjadi longsor dan bangunan roboh akibat diterjang banjir.

"Curah hujan tinggi ada beberapa laporan masyarakan di antaranya bangunan roboh, longsor, pohon tumbang, dampak dari debit air sungai yang meningkat dan masuk ke rumah warga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Gusti Putu Ngurah Darma Putra di Jembrana, Minggu (11/10/2020).

Sejumlah desa yang melaporkan terendam banjir yakni Banjar Pasar, Desa Yeh Embang, Desa Mendoyo Dauh Tukad, dan Kelurahan Lelateng.

Salah satu yang terdampak banjir yakni Desa Pengambengan di Kecamatan Jembrana. Ada ratusan rumah yang masih terendam banjir dengan ketinggian sepinggang orang dewasa.

"Air banjir mulai datang sekitar pukul 23.00 Wita. Puncaknya sekitar jam 01.00 Wita," kata Mas Kariman, warga yang rumahnya terendam air Senin (12/10/2020).

Warga Dusun Munduk dan Kelapa Balian di desa tersebut yang mengalami dampak banjir terparah. Hingga Senin pagi, masih terendam banjir.

Terkait banjir, aparat desa telah menyiapkan pompa air untuk menyedot air dari pemukiman rumah warga, namun masih menunggu hingga air sedikit surut.

"Kalau airnya belum surut percuma kami sedot, air yang terbuang akan kembali lagi. Semoga hari ini tidak hujan, sehingga kami bisa melakukan penyedotan air di pemukiman warga," kata Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman.

Dia mengatakan, agar banjir tak terulang, pemerintah desa akan mengusulkan pembuatan drainase tembus ke kolam labuh, sehingga banjir yang datang akan lebih cepat surut.

Dia menjelaskan, sebenarnya sudah ada saluran drainase yang lama yang bisa digunakan. Namun saluran tersebut harus dinormalkan.

"Ada bekas saluran drainase yang bisa dinormalkan dengan tembus ke kolam labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, tapi kami harus koordinasi dengan pemerintah kabupaten, karena jalan yang dilalui menjadi wewenang kabupaten," katanya.

Hujan lebat juga menyebabkan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Jembrana terendam banjir, termasuk tanah longsor. Belum ada korban jiwa akibat banjir ini. Namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.


Editor : Reza Yunanto