Gus Muwafiq Dikawal Ketat Banser dan Enggan Diwawancara Media Usai Ceramah di Bali

I Gusti Bagus Alit Sidi W ยท Sabtu, 07 Desember 2019 - 11:40 WITA
Gus Muwafiq Dikawal Ketat Banser dan Enggan Diwawancara Media Usai Ceramah di Bali
Gus Muwafiq memberi ceramah saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Badung, Bali, Jumat (6/12/2019) malam. (Foto: iNews/I Gusti Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id – KH Ahmad Muwafiq atau dikenal dengan Gus Muwafiq menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Budaya Giri Nata Mandala Kabupaten Badung, Bali, Jumat (6/12/2019) malam. Pendakwah Nahdlatul Ulama (NU) yang terkenal dengan rambut gondrongnya memberi ceramah dalam acara tersebut.

Sambutan meriah menaungi kehadiran Gus Muwafiq di Badung. Berbagai tarian nusantara dan lantunan lagu selawat memeriahkan kedatangan pria kelahiran Lamongan tersebut.

Dengan ceramah berbalut humor, Gus Muwafiq menjelaskan agama Islam dibawa ke Indonesia secara lemah lembut dan memperhatikan kebudayaan yang ada. Menurutnya sejarah Islam di nusantara menunjukkan perhatian para wali terhadap kebhinekaan di Indonesia untuk dijaga.

Lalu Gus Muwafiq mengajak orang-orang yang hadir untuk mencontoh sikap Nabi Muhammad SAW. Yaitu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pria lulusan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta itu merasa prihatin bila ada oknum masyarakat yang justru mempertajam perbedaan.

“Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang berada di akhir zaman, zaman yang tidak mudah dan juga tidak sulit, sehingga diperlukan pemahaman luar biasa tentang maulid nabi. Ketika menjadi Rasulullah peradaban di masa lalu tidak serta merta hilang dan itu menjadi beban Nabi Muhammad SAW ketika memimpin umat Islam,” jelas Gus Muwafiq dalam ceramahnya.

Setelah acara, Gus Muwafiq enggan menanggapi pertanyaan media soal kasus yang menjeratnya akhir-akhir ini. Bahkan dirinya mendapat pengawalan ketat dari sejumlah personel Banser NU (Nahdlatul Ulama).

“Tidak usah, tidak usah wawancara ya, makan-makan saja kita,” ucap Gus Muwafiq sambil tersenyum kepada sejumlah awak media.

Gus Muwafiq mendapat sorotan karena dituduh menghina Nabi Muhammad SAW dalam suatu ceramah di Purwodadi. Dia sudah memberikan klarifikasi dan meminta maaf dalam kesempatan yang berbeda melalui sebuah video. Gus Muwafiq mengatakan dirinya sama sekali tak memiliki niat untuk menghina Nabi Muhammad SAW.

Meski sudah meminta maaf, sejumlah pihak tetap melaporkan ceramah Gus Muwafiq itu ke pihak kepolisian. Salah satunya Front Pembela Islam (FPI) yang melaporkan Gus Muwafiq ke Bareksrim Mabes Polri.


Editor : Rizal Bomantama