Gubernur Wayan Koster Sebut Bali Belum Waktunya Ajukan PSBB

Antara ยท Selasa, 14 April 2020 - 09:26:00 WITA
Gubernur Wayan Koster Sebut Bali Belum Waktunya Ajukan PSBB
Gubernur Wayan Koster memberi keterangan pers perkembangan Covid-19 di Bali. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Wayan Koster menyebut belum waktunya bagi Provinsi Bali untuk mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini didasarinya dari angka transmisi lokal jumlah kasus positif Covid-19 daerah tersebut yang terbilang kecil.

"Untuk Bali, menurut hitungan saya dengan ketua harian gugus tugas dan wagub serta tim, belum waktunya dan masih jauh," kata Koster saat rapat koordinasi dengan bupati/wali Kota se-Bali di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Senin (13/4/2020).

Dia mengemukakan, untuk pengajuan PSBB itu ada sejumlah persyaratan. Pertama ada banyak kasus di wilayah tersebut. Kedua, tingkat penyebarannya sudah tinggi yang menimbulkan risiko besar, seperti korban nyawa dan sebagainya.

"Saya memastikan itu masih jauh. Kita jangan bicara itu dulu. Jangan kita membawa-bawa ke situasi yang seram," ucap Wayan Koster.

Berbeda halnya dengan DKI Jakarta, Koster menyebut ibu kota negara diberlakukan PSBB karena sebagian besar kasus positif merupakan transmisi lokal. Angkanya juga sudah menyentuh lebih dari 2.000 kasus dan berkaitan dengan daerah lain di sekitarnya.

Menurut dia, hal sama juga seperti di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bogor, Bekasi dan daerah lain yang kasus positif Covid-19 juga tinggi.

"Kalau Bali sebenarnya secara geografis mengendalikannya mudah sekali," ucap Koster didampingi Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Sekda Bali Dewa Made Indra.

Sebelumnya Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, dari jumlah kumulatif 79 kasus positif Covid-19 di Pulau Dewata hingga Sabtu (11/4) didominasi "imported case" atau terinfeksi di luar Bali.

"Dari 79 kasus positif, 7 orang WNA dan 72 WNI. Untuk yang 72 WNI, dapat dirinci 51 orang imported case, dibawa orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. 13 orang juga imported case, tetapi dari daerah lain di Indonesia dan 8 orang kasus positif karena transmisi lokal," kata Dewa Indra.

Pemprov merasa penting untuk memerinci kasus positif Covid-19 di Bali. Hal ini untuk bisa melihat sumber risiko dari penyebaran Covid-19, sekaligus menentukan strategi atau upaya pencegahan. 

Sebagai upaya pencegahan, saat ini pengawasan kedua pintu masuk Bali diperketat, yakni dengan pengecekan screening dan rapid test.

"Strategi yang dilakukan gugus tugas dengan memperkuat pintu-pintu pertahanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk," ujarnya.

Editor : Donald Karouw