Gubernur Wayan Koster Gelontorkan Rp11 Miliar Bantuan Tunai untuk 19.859 Siswa Swasta

Antara, Indira Arri · Kamis, 04 Juni 2020 - 21:09 WIB
Gubernur Wayan Koster Gelontorkan Rp11 Miliar Bantuan Tunai untuk 19.859 Siswa Swasta
Gubernur Wayan Koster memberi bantuan tunai kepada siswa sekolah swasta di Bali, Kamis (4/6/2020). (Foto: Humas Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Wayan Koster memberikan bantuan sosial tunai kepada 19.859 siswa sekolah swasta di Bali. Bantuan diberikan untuk meringankan beban ekonomi para orang tua siswa di tengah pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan percepatan penanganan Covid-19 di Bali, juga dampaknya terhadap ekonomi pada masyarakat dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial," kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (4/6/2020).

Koster mengatakan, penerima bantuan yakni siswa mulai dari jenjang SD sampai SMA/SMK termasuk siswa SLB. Besarnya bantuan yang diterima siswa jenjang SD sebesar Rp 450.000, jenjang SMP Rp600.000, dan jenjang SMA Rp750.000.

Menurut Koster, bantuan ini sebagai implementasi dari Pergub No 15 Tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

"Khususnya siswa yang orang tuanya terkena dampak Covid-19 ini, kami berikan bantuan selama tiga bulan dengan anggaran total Rp11.080.018.000 untuk 19.859 orang siswa," ujarnya.

Koster menambahkan, anggaran tersebut merupakan hasil refokusing dan realokasi anggaran Pemprov Bali.

Bantuan diberikan khusus kepada siswa sekolah swasta, karena siswa sekolah negeri telah mendapat bantuan yang bersumber dari dan BOS dan skema bantuan lainnya.

"Siswa swasta ini yang saya lihat belum banyak tersentuh skema bantuan dari pemerintah pusat. Provinsi Bali satu-satunya di Indonesia yang memikirkan dan menerapkan kebijakan ini," ujar mantan anggota DPR dari PDIP ini.

Dengan bantuan tersebut, Koster meminta pihak sekolah tidak lagi memungut SPP selama tiga bulan sesuai dengan jumlah bantuan yang diberikan kepada siswa. Dia berharap bantuan tunai ini bisa meringankan beban orang tua siswa.


Editor : Reza Yunanto