Gegara Corona, Imigrasi Bali Dipenuhi Turis Mengurus Izin Tinggal Darurat

Antara, Bagus Alit ยท Senin, 23 Maret 2020 - 18:14 WIB
Gegara Corona, Imigrasi Bali Dipenuhi Turis Mengurus Izin Tinggal Darurat
Antrean turis di Imigrasi (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id - Ratusan warga negara asing (WNA) di Bali mengantre di Kantor Imigrasi, Senin (23/3/2020). Kedatangan mereka untuk mengajukan perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa atau darurat.

Antrean tersebut terjadi di tiga kantor Imigrasi di Bali, yaitu Kantor Imigrasi Klas I Bandara Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Klas I Denpasar dan Kantor Imigrasi Klas II Singaraja. Bahkan di kantor Imigrasi di Denpasar, antrean mengular hingga ke trotoar jalan.

"Pagi tadi terjadi WNA yang datang ke kantor imigrasi khusus Ngurah Rai, Denpasar maupun Singaraja secara bersamaan," tutur Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Sutrisno di Denpasar, Senin (23/3/2020).

Dia mengatakan antrean yang panjang disebabkan karena sebelum menyelesaikan proses administrasi, semua warga asing tersebut harus melalui pengecekan suhu badan. Hal ini bertujuan untuk dapat dipastikan suhu badannya tinggi atau tidak, oleh karena itu terjadi antrean agak panjang.

Menurutnya, ada sekitar 250-300 WNA yang datang ke kantor Imigrasi Ngurah Rai untuk melakukan perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa. Hingga Minggu (22/3/2020) kemarin, tercatat sudah 343 WNA yang mengurus perpanjangan izin tinggal.

"Kenapa datangnya berbondong-bondong, karena takut overstay keduluan," ucapnya.

Alasan yang diajukan WNA pada umumnya sama, yaitu karena memang banyak yang ingin mendapatkan izin tinggal keadaan terpaksa setelah merebaknya virus corona.

"Tadi pagi juga sudah dilakukan koordinasi dengan kantor pusat, dan kantor pusat menyetujui bahwa mulai hari ini overstay bagi warga asing itu tidak dipermasalahkan," katanya.

Sutrisno mengatakan, izin tinggal diperlukan karena ada beberapa WNA yang tak bisa singgah di suatu negara. Tanpa izin overstay, kepulangan mereka bisa dipermasalahkan.

"Apabila orang-orang tersebut akan pulang ke negaranya tidak dipermasalahkan oleh Imigrasi di airport di mana dia akan keluar di wilayah Indonesia," ujar dia.

Sutrisno menuturkan, izin tinggal darurat bagi WNA belum ada batasnya dan masih akan terus dilayani selama masih berlaku Permenkumham No. 8 Tahun 2020.


Editor : Reza Yunanto