Galungan di Tengah Pandemi, Umat Hindu di Bali Gelar Sembahyang Terbagi 3 Sesi

Zainuddin Yasin ยท Rabu, 16 September 2020 - 17:28 WITA
Galungan di Tengah Pandemi, Umat Hindu di Bali Gelar Sembahyang Terbagi 3 Sesi
Umat Hindu di Bali menjalani persembahyangan di Pura. (Antara)

BULELENG, iNews.id - Perayaan Galungan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Situasi pandemi Covid-19 membuat umat Hindu yang akan melaksanakan persembahyangan di pura harus bersabar menanti giliran karena ada pembatasan untuk mencegah kerumunan.

Seperti ribuan umat Hindu dari Desa Pengastulan dan Desa Lokapaksa di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali yang merayakan Galungan hari ini di berbagai pura. Mereka harus bersabar menanti giliran melaksanakan sembahyang yang dibagi menjadi tiga sesi.

"Sembahyang boleh tapi dengan catatan sesuai mengikuti protokol kesehatan," kata Kelian Desa Adat Pengastulan, Wayan Sukarsa ditemui usai persembahyangan, Rabu (16/9/2020).

Sebagai Kelian Desa Adat, Wayan Sukarsa sejak pagi mendampingi sejumlah umat yang bergantian melaksanakan persembahyangan di pura. Dia juga mengingatkan umat untuk mematuhi protokol kesehatan yakni menggunakan masker dan menjaga jarak.

Dia mengatakan, persembahyangan di pura dibagi menjadi tiga waktu yakni pagi, siang, dan sore untuk menghindari kerumunan saat beribadah.

Sementara itu, anggota DPRD Buleleng Gusti Made Kusumayasa yang mengikuti persembahyangan mengakui bila penerapan protokol kesehatan yang ketat saat perayaan Galungan tahun ini sebagai langkah tepat. Pembatasan jumlah umat yang sembahyang di dalam pura untuk memastikan tidak terjadi kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.

Dia menilai pengaturan tiga sesi ini sebagai cara terbaik untuk meniminalkan terjadinya kerumunan.

"Sembahyang digilir menjadi tiga bagian. Dengan pola seperti ini kita bisa aman dari Covid-19, karena jumlah umatnya banyak," kata Gusti Made Kusumayasa, Rabu (16/9/2020).


Editor : Reza Yunanto