Fase Ke-2 Pariwisata Bali Dibuka, Pedagang Pasar Kuta Masih Enggan Jualan

Bagus Alit ยท Sabtu, 01 Agustus 2020 - 12:05 WIB
Fase Ke-2 Pariwisata Bali Dibuka, Pedagang Pasar Kuta Masih Enggan Jualan
Kios pedagang di area Pantai Kuta, Bali, Sabtu (1/8/2020) masih sepi. (Foto: iNews/Bagus Alit)

BALI, iNews.id - Fase kedua pembukaan pariwisata Bali dengan melonggarkan akses wisatawan domestik belum berdampak signifikan. Sejumlah pedagang di area wisata masih enggan membuka kiosnya.

Libur panjang akhir pekan ini, sejumlah tempat-tempat wisata di Bali terpantau dikunjungan wisatawan. Sebagian besar merupakan warga lokal dan wisatawan asing yang selama pandemi memilih menetap di Bali.

Salah satunya area wisata yang dibuka yakni Pantai Kuta. Berdasarkan pantauan, ratusan pengunjung yang didominasi warga lokal terlihat berjalan-jalan, berenang atau sekedar bermain air di pinggir pantai.

Meski sudah mulai ramai pengunjung, secara umum wisatawan yang berekreasi ke Pantai Kuta baru sekitar 30 persen. Kunjungan wisatawan tersebut belum signifikan.

Hal tersebut terlihat dari kondisi Pasar Seni Kuta yang masih lengang. Pemberlakuan sistem ganjil genap yang diterapkan untuk operasional pedagang belum sepenuhnya berjalan optimal.

Mayoritas pedagang justru memilih tak membuka kios karena enggan mengalami kerugian karena tingginya biaya operasional. Para pedagang yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal Kuta mengaku dilema dengan situasi ini.

Sudah berbulan-bulan mereka tak memiliki pemasukan karena selama ini hidupnya hanya bergantung dari sektor pariwisata. Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista mengatakan, pemberlakukan sitem ganjil-genap

"Ganjil genap itu untuk protokol kesehatan dan sesai dengan bendesa adat," ucap Wayan Wasista.

Sementara, para pedagang mangaku pasrah dengan kondisi ini. Di sisi lain para pedagang mengaku beban pengeluarannya semakin bertambah lantaran harus menyiapkan perlengkapan protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan. Padahal mereka belum mendapatkan pelanggan.

"Ini enggak ada pembeli sama sekali. Tamu satu dua itu cuma lewat," katanya.


Editor : Nani Suherni