Dirumahkan, Juru Masak Hotel Buka Warung Rp10.000 Makan Sepuasnya di Denpasar

dewa partika ยท Senin, 07 September 2020 - 17:14 WITA
Dirumahkan, Juru Masak Hotel Buka Warung Rp10.000 Makan Sepuasnya di Denpasar
4 juru masak yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 menjual nasi campur dengan harga Rp10.000 makan sepuasnya di Denpasar. (Foto : Dewa Partika)

DENPASAR, iNews.id – Seorang juru masak hotel berbintang bernama Geri, membuka warung makan di Jalan Tukad Pakerisan Nomor 79 Denpasar. Uniknya, dia menawarkan makanan hanya Rp10.000 dan es teh Rp3.000 bisa mengambil sepuasnya.

Aksi sosial ini dilakukan setelah melihat banyak rekannya yang harus dirumahkan atau di-PHK (pemutusan hubungan kerja), hingga kesulitan mencukupi untuk makan sehari-hari.

Geri merupakan juru masak hotel di Gili Terawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Akibat pandemi Covid-19, dia dirumahkan sejak Desember 2019, karena sudah tak ada wisatawan yang datang. Hotel tempatnya bekerja menyasar pasar Italia.

Untuk menyambung hidup, dia bersama rekannya membuat warung sederhana yang menyediakan kuliner khas Sunda, seperti seblak dan mi kocok. Sampai akhirnya di bulan Agustus lalu, Geri dan tiga rekannya mendapat donatur untuk membuat warung makan sosial.

“Di warung ini semuanya self service. Konsumen silakan mengambil sendiri dan bisa nambah sepuasnya, syaratnya tidak boleh malu-malu dan jaim,” katanya, Senin (7/9/2020).

Warung yang diberi nama Dapoer Si Jagoer ini buka mulai pukul 12.00 sampai 16.00 Wita, sementara malamnya pukul 18.00 sampai 22.00 Wita. Mereka secara bergantian memasak lauk pauknya.

“Untuk menu lauk siang kita ada 8 sampai 9 jenis yang semuanya masakan rumahan. Sementara untuk malam harinya ada sekitar 13-14 jenis lauk yang kita disiapkan dan selalu berganti setiap harinya,” kata Geri.

Geri bahkan menjamin seluruh makanan yang diolahnya selalu segar. Setiap ada lauk yang tersisa di menu siang akan dibungkus untuk dibagikan ke orang yang membutuhkan.

“Untuk lauk menu sore selalu fresh dan tidak pernah memajang lauk sisa siang,” katanya.

Sejumlah konsumen yang datang mengaku masakannya enak meski yang disajikan lauk pauk rumahan.

“Saya suka semua lauknya, enak-enak. Mungkin karena yang masak chef hotel jadi rasanya beda kalau kita makan di warung lainnya,” kata Putri.

Hal yang sama juga diungkapkan Dian, yang pertama kali datang ke warung ini. “Saya pertama kali datang tahu dari media sosial instagram. Kaget juga kok disuruh ngambil sendiri ternyata semua lauknya enak,” katanya.

Dia akan memberitahukan teman-temannya yang lain untuk datang ke warung ini.

Setiap harinya, warung yang dikelola Geri ini mampu menghabiskan 25 dari 100 kilogram beras yang ditargetkan setiap hari.


Editor : Dewi Umaryati