Dihentikan karena Tak Pakai Masker, Turis di Bali Ini Marah-Marah ke Petugas

Bagus Alit ยท Rabu, 16 September 2020 - 12:40 WITA
Dihentikan karena Tak Pakai Masker, Turis di Bali Ini Marah-Marah ke Petugas
Seorang turis marah-marah saat terjaring razia masker di kawasan Badung, Bali, Rabu (16/9/2020). (iNews.id/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id - Seorang turis di Bali marah-marah saat terjaring razia protokol kesehatan. Selain tak memakai masker, turis tersebut juga berkendara tanpa menggunakan helm.

Peristiwa itu terjadi saat petugas gabungan Satpol PP dan kepolisian melakukan razia di kawasan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (16/9/2020).

Turis laki-laki berambut panjang ini emosi saat motornya dihentikan petugas. Saat ditanya soal masker, turis ini marah. Meski membawa masker, namun dia tidak memakai dan hanya ditaruh di bagasi motor.

Dia menunjukkan kemarahan dengan membanting jok motor yang menutup bagasi dengan kencang di hadapan petugas. Lalu bergegas tancap gas sebelum membayar denda.

Seorang turis marah-marah saat terjaring razia masker di kawasan Badung, Bali, Rabu (16/9/2020). (iNews.id/Bagus Alit)
Seorang turis marah-marah saat terjaring razia masker di kawasan Badung, Bali, Rabu (16/9/2020). (iNews.id/Bagus Alit)

Emosi karena tak terima terjaring razia masker juga ditunjukkan seorang turis perempuan. Perempuan paruh baya itu awalnya dihentikan kendaraannya oleh petugas Satpol PP karena tak memakai masker. Namun dia menolak turun dan membayar denda.

Terjadi perdebatan panjang antara turis perempuan itu dengan petugas Satpol PP. Dia beralasan hanya pergi menuju vila anaknya yang tak terlalu jauh dari lokasi. Setelah beradu argumen, perempuan tersebut akhirnya bersedia membayar denda.

Terkait razia ini, Satpol PP Badung memastikan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggaran protokol kesehatan.

"Kita tidak melihat kewarganegaraan. Siapa pun yang keluar rumah tanpa masker akan kita berlakukan sanksi yang sama," kata Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara.

Dia mengatakan, sebelum akhirnya menindak pelanggaran protokol kesehatan, tim gabungan sudah melakukan sosialisasi selama dua pekan. Dari razia beberapa hari terakhir, pelanggar protokol kesehatan memang paling banyak dilakukan justru oleh turis.

"Kebanyakan memang warga asing. Kami simpulkan ketaatan mereka terhadap protokol kesehatan masih kurang," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto