Di Tengah Pandemi Covid-19, Bandar Ekstasi di Bali Masih Beroperasi

Antara ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 13:08 WIB
Di Tengah Pandemi Covid-19, Bandar Ekstasi di Bali Masih Beroperasi
Pengungkapan narkoba di Polresta Denpasar. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Polda Bali menangkap seorang bandar ekstasi di sebuah rumah di Kota Denpasar. Dari rumah tersangka bernama DS (33) itu, polisi menyita total 100 butir pil ekstasi.

"Dari tersangka kami dapatkan 82 butir pil warna oranye, 18 butir pil warna ungu yang diduga mengandung sediaan narkotika jenis ekstasi, sehingga jumlah total keseluruhan ada 100 butir dengan berat keseluruhan 36,16 gram bruto atau 32,52 gram neto," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, Kombes Mochamad Khozin saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2020).

Dia mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan tim Direktorat Narkoba Polda Bali pada Kamis (30/4/2020) sekitar pukul 00.30 WITA di sebuah rumah di Jalan Tukad Balian, Kota Denpasar.

Saat menggeledah rumah tersangka, polisi menemukan 17 plastik klip bening berisi ratusan butir pil ekstasi di dalam lemari baju.

"Terhadap orang dan barang bukti tersebut selanjutnya kami bawa ke kantor Direktorat Narkoba Polda Bali untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," ujarnya.

Dia menambahkan, kepada penyidik, tersangka mengaku mendapatkan ekstasi itu dari seseorang yang tidak diketahuinya dengan cara ditempel di sebuah tiang atau tembok. Kemudian barang itu diedarkan oleh tersangka di wilayah Denpasar dan Badung.

Terpisah, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga mengungkap 33 kasus narkoba selama bulan April hingga awal Mei 2020 dengan jumlah total tersangka 42 orang.

Dari 42 orang yang ditangkap itu, 17 di antaranya sebagai bandar narkoba dan 25 orang lainnya sebagai pengguna.

"Delapan di antaranya berasal dari Pulau Jawa dan berada di Bali sejak bulan Januari 2019. Asal Bali ada enam orang, Sumba ada dua orang dan Manado ada satu orang," kata Kasat Reserse Narkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat.

Dia menambahkan, untuk pengguna narkoba sebanyak 15 orang yang ditangkap itu berasal dari Pulau Jawa, sembilan orang dari Bali dan satu orang asal Minahasa.

Total barang bukti secara keseluruhan sabu-sabu sebanyak 116,65 gram, ekstasi 782 butir, dan ganja 671,21 gram.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar serta Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar," katanya.


Editor : Reza Yunanto