Curiga Kekasih Kembali ke Mantan, Pria di Bali Aniaya Pacar di Kamar Kos

Antara ยท Selasa, 02 Juni 2020 - 18:11 WIB
Curiga Kekasih Kembali ke Mantan, Pria di Bali Aniaya Pacar di Kamar Kos
Polresta Denpasar menangkap pria penganiaya pacar di Denpasar Selatan, Bali. (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Polresta Denpasar menangkap Ketut Widana (38) karena menganiaya pacarnya hingga mengalami luka. Penganiayaan yang dilakukan pelaku dipicu cemburu terhadap korban yang dituduh kembali ke mantan suami.

Penganiayaan itu terjadi Sabtu (30/5/2020) di kamar kos korban yang berada di wilayah Kecamatan Denpasar Barat.

"Pelaku mengakui melakukan penganiayaan dengan cara mendorong korban hingga membentur tembok serta memukul bagian mata dan pipi korban menggunakan tangan mengepal," kata Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi di Denpasar, Selasa (2/6/2020).

Menurut Sukadi, pelaku tega melakukan penganiayaan karena dipicu rasa cemburu. Pelaku melihat akun Facebook milik korban, dan menemukan foto korban dengan mantan suaminya.

Saat itu pelaku menuduh korban berselingkuh. Namun, korban sempat memberi penjelasan kalau dirinya tidak berselingkuh dan kembali ke mantan suaminya.

Tetapi penjelasan korban tak bisa diterima oleh pelaku. Pelaku mengaku marah dan terdorong melakukan penganiayaan.

"Pelaku mengaku tiba-tiba marah dan langsung mendorong korban ke tembok dan memukul pipi korban dengan tangan kosong. Setelah itu pelaku menendang perut korban," ujarnya.

Korban kemudian melapor ke Polresta Denpasar. Dari laporan itu, polisi bergerak mencari pelaku di tempat tinggalnya di sebuah kamar kos di Jalan Pulau Bungin, Denpasar Selatan.

Namun, pelaku yang mengetahui kedatangan polisi sempat bersembunyi. Petugas menggeledah seluruh ruangan dan akhirnya menemukan pelaku bersembunyi di kamar mandi.

"Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan korban serta saksi-saksi, pelaku kami tahan," ujarnya.

Dia mengatakan, pelaku yang berprofesi sebagai satpam ini terancam Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara hingga dua tahun.


Editor : Reza Yunanto