Christian Dior Pamer Kain Endek Motif Bunga Gringsing, Perajin: Bali Makin Dilirik

Bagus Alit · Minggu, 04 Oktober 2020 - 09:22:00 WITA
Christian Dior Pamer Kain Endek Motif Bunga Gringsing, Perajin: Bali Makin Dilirik
Salah seorang perajin kain endek Bali asal Desa Sibang, Abiansemal, Badung, Kadek Antari menunjukkan kain endek motif bunga gringsing (Foto: iNews/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id - Kain tenun ikat Bali mendadak jadi buah bibir dan menarik perhatian dunia. Hal itu setelah rumah mode dunia Christian Dior menjadikannya endek Bali bahan pilihan untuk koleksi spring atau summer 2021 pada Paris Fashion Week beberapa waktu lalu.

Dari sembilan motif kain endek Bali yang digunakan Christian Dior, ada satu motif yang paling menonjol yaitu motif bunga gringsing. Bunga itu dikenal sebagai salah satu motif klasik Bali.

Tak tanggung-tanggung, dari sekitar 86 desain koleksi terbaru Christian Dior, sembilan motif di antaranya menggunakan bahan pilihan kain endek Bali. Bagi pecinta kain endek Bali, motif bunga gringsing sudah lama dikenal sebagai motif favorit. Motif ini salah satu paling klasik yang berasal dari daerah Tenganan, Karangasem. Selain klasik, pembuatan motif itu cukup rumit.

Salah seorang perajin kain endek Bali asal Desa Sibang, Abiansemal, Badung, Kadek Antari mengaku sangat bangga karena kain tradisional Indonesia khususnya endek Bali mulai dilirik rumah mode dunia.

Dia menuturkan, sejak dipamerkan di kancah fashion show internasional, kain endek Bali dengan motif bunga gringsing langsung menjadi incaran para kolektor maupun pecinta kain tenun ikat Bali. Untuk satu lembar kain endek Bali bermotif bunga gringsing dijual mulai dari Rp400.000 hingga Rp800.000.

"Motif gringsing memang klastik dan ini paling terkenal di Bali. Pecintanya sudah banyak," ucap Kadek Antari.

"Adanya fesyen show tersebut saya berharap di masa pandemi ini semakin banyak yang melirik kain Bali ini," katanya.

Tak semua perajin kain endek di Bali mampu membuat motif bunga gringsing secara sempurna. Perajin harus menghabiskan waktu berhari-hari mengerjakan dengan peralatan tenun tradisional.

Proses pembuatan motif bunga gringsing juga terbilang rumit karena bentuk polanya lebih kecil dan sangat padat. Secara kasat mata terlihat berbeda dengan motif endek Bali lainnya. Agar kesan klasik kian melekat, benang yang digunakan wajib dicelup menggunakan pewarna alami.

Salah satu perajin kain tenun ikat Bali yang terbiasa membuat motif itu yakni Dewa Ayu Nyoman Narti. Dia juga kerap berinovasi dengan menciptakan motif-motif baru seperti bunga-bungaan, motif bedeg hingga motif batu sikat.

"Banyak yang cari motif baru, jadi saya inovasi juga bikin motif bunga-bungaan, motif bedeg hingga motif batu sikat," ucapnya.


Editor : Nani Suherni