Cerdik, Begini Modus Kacab Cantik Bank Mega Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar

Chusna Mohammad ยท Minggu, 09 Mei 2021 - 22:42:00 WITA
Cerdik, Begini Modus Kacab Cantik Bank Mega Bobol Deposito Nasabah Rp62 Miliar
Kepala Cabang Cantik Bank Mega berinisial MRPP (36) ditahan setelah aksi kejahatnnya membobol deposito nasabah terbongkar. (Foto: MNC Portal/Chusna Mohammad)

DENPASAR, iNews.id - Mantan kepala cabang Bank Mega Gatot Subroto Denpasar, Bali berinisial MRPP (36) tergolong cerdik. Aksi kejahatannya membobol deposito nasabah sebesar Rp62 miliar selama enam tahun nyaris tak terendus. 

Namun ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga, aksi MRPP akhirnya terbongkar. Ia ditangkap tim dari Direktorat Siber Bareskrim Polri di rumahnya Jalan Padang Indah Denpasar, 2020 lalu. 

Begitu ditetapkan menjadi tersangka, MRPP lalu diberhentikan dari perusahannya. Selain dia, dua anak buahnya yang terlibat dalam kejahatan itu bernasib serupa, yaitu PEP (34) dan IGSPP (33). 

"Tindak pidana yang dilakukan tersangka dilakukan dalam kurun 2014 sampai 2020," kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Denpasar Kadek Hari Supriyadi, Minggu (9/5/2021).

Kadek Hari mengungkapkan, MRPP melakukan kejahatan itu sejak sebelum menjabat kepala cabang. Dia bekerja sama dengan PEP sebagai staf bagian deposito dan bantuan IGSPP. 

Modusnya dengan memalsukan data otentik nasabah berupa nomor handphone ke dalam sistem data base Bank Mega. 

Selanjutnya terjadi pemindahbukuan dana deposito nasabah ke rekening yang telah disiapkan tersangka. Saat customer service melakukan konfirmasi, nomor handphone yang dihubungi adalah nomor yang telah diganti tersangka. 

Kejahatan MRPP terbongkar setelah 14 orang nasabah tidak bisa mencairkan dana depositonya, sekitar akhir 2020. Menurut pihak bank, para nasabah tidak lagi punya dana deposito karena telah dilakukan penarikan sebelumnya. 

Kuasa hukum Sembilan nasabah, Munnie Yasmin mengatakan, kliennya tidak pernah melakukan penarikan. "Bukti kepemilikan deposito masih ada," katanya beberapa waktu lalu. 

Hal yang sama dialami lima nasabah yang kehilangan dana deposito Rp23 miliar. Mereka kaget karena depositonya ternyata sudah dicairkan.

"Klien kami kaget dikatakan tidak punya lagi dana di situ karena sudah dicairkan. Pihak bank memperlihatkan berkas slip penarikan dana deposito yang dikatakan ada tandatangan klien kami. Padahal itu bukan tandatangan klien kami," kata kuasa hukum kelima nasabah, Suryatin Lijaya.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: