Cegah Klaster Pasar, Pemkab Buleleng Hanya Izinkan Pedagang yang Terdaftar

Pande Wismaya ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 15:29 WIB
Cegah Klaster Pasar, Pemkab Buleleng Hanya Izinkan Pedagang yang Terdaftar
Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Bali Gede Suyasa. (iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali mewajibkan pedagang yang akan berjualan di pasar melakukan registrasi. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari klaster pasar meluas.

"Kalau belum registrasi tidak boleh berdagang. Kalau mau berdagang, ya registrasi dulu," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa di Buleleng, Jumat (10/7/2020).

Menurut Suyasa, registrasi itu untuk menjamin pedagang yang akan berjualan di pasar telah memenuhi syarat. Salah satu yang disyaratkan bagi pedagang yang akan berjualan di Bali saat ini yaitu telah mengikuti rapid test dan dinyatakan negatif terjangkit Covid-19.

Suyasa menambahkan, registrasi pedagang perlu dilakukan karena banyak pedagang yang berjualan di pasar-pasar tradisional di Buleleng merupakan pedagang musiman. Mereka hanya datang pada saat tertentu, sehingga sulit dikontrol.

Menurut Suyasa, pedagang musiman seperti ini tidak perlu diberi kesempatan berjualan jika tidak mau melakukan registrasi. Sehingga pedagang di pasar hanya yang sudah melakukan registrasi dan dinyatakan bebas Covid-19.

"Kebanyakan kan musiman. Kadang-kadang datang, kadang-kadang tidak. Kadang-kadang jualan, kadang-kadang hilang. Yang seperti ini tidak usah diberi kesempatan. Kalau kami mengurus yang musiman itu, ya susah," tutur sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Buleleng ini.

Suyasa menuturkan, untuk pedagang di sejumlah pasar tradisional di Buleleng tercatat sudah mencapai 6.000 pedagang. Mereka nantinya akan diberikan face shield yang wajib dipakai sebagai alat pelindung diri mencegah penularan Covid-19.

Sementara pengawasan pasar diserahkan ke Satgas Desa Adat. Sejumlah Desa Adat juga telah membuat Perarem yang mengatur penerapan protokol kesehatan di wilayah masing-masing.


Editor : Reza Yunanto