get app
inews
Aa Text
Read Next : Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Wilayah Bali

Catat! Wilayah di Bali Ini Rawan Banjir dan Longsor

Sabtu, 04 Januari 2020 - 12:17:00 WITA
Catat! Wilayah di Bali Ini Rawan Banjir dan Longsor
Warga mengamati bangunan restoran yang rusak akibat diterjang banjir di kawasan Candidasa, Karangasem, Bali, Jumat (8/2/2019). (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

DENPASAR, iNews.id - Curah hujan lebat dengan intensitas tinggi dan durasi panjang berpotensi menimbulkan tanah longsor dan banjir di kawasan Bali.

Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman menjelaskan selain hujan lebat, ada faktor lain yang menjadi penyebab timbulnya banjir dan tanah longsor yaitu dilihat dari pengaruh sistem drainase air di suatu daerah. Salah satunya, situasi kepadatan penduduk seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Badung menjadi daerah rawan banjir.

"Hal ini disebabkan karena aliran airnya terhalangi oleh sistem perkabelan atau sampah yang membuat saluran menjadi terhambat dan saluran air tidak lancar," ucapnya, Sabtu (4/1/2020).

BACA JUGA: Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Wilayah Bali

Dia mengatakan beberapa daerah dengan tingkat kemiringan yang curam harus mewaspadai terjadinya tanah longsor. Utamanya bagi daerah yang memiliki sejarah yaitu pernah terjadi tanah longsor. Hal ini dapat diantisipasi dengan membuat saluran air untuk mengalirkan air lebih cepat.

"Kalau longsor itu kan ketika hujan terserap tanah dan menjadi beban berat di tanahnya, adanya proses penyerapan tadi sehingga menimbulkan longsoran tapi kalau airnya tidak terserap semuanya dan teralirkan maka peluang longsornya kecil," jelasnya.

Selain itu, menurut Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah (IAGI Pengda) Bali Ida Bagus Ari Candhana mengatakan, wilayah di Bali yang rawan terjadi tanah longsor dapat dilihat melalui peta prakiraan gerakan tanah di Provinsi Bali dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) RI.

Berdasarkan peta prakiraan, wilayah Bali terbagi atas zona potensi rendah, zona potensi menengah dan zona potensi tinggi.

"Saat musim penghujan yang perlu kita waspadai adalah zona kerentanan pergerakan tanah yang tinggi," katanya.

Dia mengatakan terjadinya tanah longsor pada zona kerentanan tinggi lebih sering ditemukan di daerah yang memiliki lereng-lereng curam, salah satunya di wilayah Kintamani, Bangli. Dia menambahkan penyebab tanah longsor bisa terjadi karena alam dan manusia. Menurutnya, kalau pengaruh alam berasal dari hujan, lereng yang terlalu terjal, tanah yang kurang padat dan tebal, serta batuan kurang kuat menopang.

BACA JUGA: Harap Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Bali Tiga Hari ke Depan

Sedangkan kalau tanah longsor disebabkan manusia yaitu adanya kegiatan pemotongan lereng yang terlalu terjal, penimbunan tanah di daerah lereng, dan penggundulan hutan.

"Bisa juga karena aktivitas masyarakat dalam membudidaya kolam ikan diatas lereng, dan tidak memperhatikan sistem pertaniannya, mulai dari kondisi irigasi yang aman dan sistem drainase bagian lereng yang tidak baik," ucapnya.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas budidaya kolam ikan dan mencetak sawah pada bagian atas lereng, tidak melakukan penggalian di bawah lereng terjal, tidak menebang pohon, dan tidak membangun pemukiman di bagian bawah lereng yang terjal.

Editor: Nani Suherni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut