Buruh di Bali Tak Menggelar Demo UU Cipta Kerja, Ini Alasannya

Antara ยท Kamis, 08 Oktober 2020 - 16:28 WITA
Buruh di Bali Tak Menggelar Demo UU Cipta Kerja, Ini Alasannya
Demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dikantor DPRD Bali, Rabu (7/10/2020). (iNews.id/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id - Polda Bali memastikan tak ada demo buruh menolak UU Cipta Kerja. Hampir semua buruh di Bali saat ini telah dirumahkan akibat sektor pariwisata yang lesu.

"Untuk sementara sudah ada penyampaian dari organisasi buruh yang ada di Bali bahwa mereka tidak akan demo terkait dengan Omnibus Law," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi di Denpasar, Kami (8/10/2020).

Menurutnya, dalam pemberitahuan itu, organsasi buruh tetap menyatakan sikapnya menolak UU Cipta Kerja. Namun mereka memilih tidak menggelar demo turun ke jalan.

Salah satu alasan karena hampir semua buruh di Bali telah dirumahkan sejak pandemi, baik itu buruh pabrik maupun pekerja pariwisata.

"Saat ini pariwisata lagi lesu, jadi mereka berpikir juga buat apa demo," tuturnya.

Dia menambahkan, sebelumnya juga telah dilakukan pertemuan antara organisasi buruh dengan polisi. Hasil pertemuan menegaskan tidak ada demo buruh terkait penolakan UU Cipta Kerja.

"Secara organisasi terstruktur bahwa mereka tidak setuju dan menolak, tapi secara organisasi di Bali mereka sudah menyampaikan tidak mau berdemonstrasi," katanya.

Meski buruh tak menggelar aksi, Bali tak berarti sepi dari demo terkait UU Cipta Kerja. Pada Rabu (7/10/2020) massa dari Aliansi Bali Tidak Diam memasang spanduk penolakan Omnibus Law di beberapa kantor partai politik.

Spanduk-spanduk tersebut saat ini telah dicopot, karena dinilai mengganggu dan tidak berizin.

"Kalau spanduk itu mengganggu dan tidak berizin, sebaiknya langsung dilepas oleh yang punya kantor. Kalau spanduk mungkin lebih tepat kepada Satpol PP karena terkait perda," kata Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Gede Putu Putra Astawa.


Editor : Reza Yunanto