Buka Isolasi Desa di Kaki Gunung Agung, Program TMMD ke 111 Bangun Jembatan Permanen

Dewi Umaryati ยท Senin, 19 Juli 2021 - 16:24:00 WITA
Buka Isolasi Desa di Kaki Gunung Agung, Program TMMD ke 111 Bangun Jembatan Permanen
Tampak dari atas proyek pembangunan jembatan di Desa Adat Bukit Galah, Desa Sebudi Kecamatan Selat Karangasem telah selesai dikerjakan

KARANGASEM, iNews.id – Arus sungai yang besar saat musim hujan atau terjangan lahar dingin dari puncak Gunung Agung, kerap membuat rasa khawatir warga Desa Adat Bukit Galah, Banjar Dinas Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem. Tak hanya orang dewasa, orang tua pun seolah tak ikhlas melepas buah hatinya untuk menempuh pendidikan karena dapat membahayakan nyawa dan hanyut terbawa arus. 

Warga yang akan membawa hasil kebun untuk dijual terpaksa harus memutar dengan jarak yang sangat jauh, karena minimnya akses jalan alternatif. 

Namun semua ini cerita sebelum tahun 2020. Mulai tahun 2021, warga sudah tak perlu khawatir lagi. 

Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 111, sebanyak 150 personel dari Kodim 1623/Karangasem dibantu warga setempat bergotong-royong mengerjakan jembatan sepanjang 15 meter dengan lebar lima meter. 

Mengusung tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri” ini menyasar daerah terpencil dan terisolir yang bertujuan untuk memajukan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. 

Program TMMD di Bukit Galah ini pun mendapat apresiasi positif dari Bupati Karangasem Gede Dana, karena akses jalan yang sangat minim dan sulit untuk dilalui sehingga jembatan ini sangat penting untuk menghidupkan roda perekonomian warga. 

Menghabiskan waktu sekitar satu bulan sejak 15 Juni sampai 14 Juli 2021, kini jembatan telah selesai dikerjakan. 

Setelah dikerjakan selama sebulan TNI bersama warga, jembatan di Desa Adat Bukit Galah di Kecamatan Selat yang menghubungkan dengan Kecamatan Bebandem, Karangasem telah dapat dilalui warga
Setelah dikerjakan selama sebulan TNI bersama warga, jembatan di Desa Adat Bukit Galah di Kecamatan Selat yang menghubungkan dengan Kecamatan Bebandem, Karangasem telah dapat dilalui warga

“Kami sangat berterima kasih dan memberi apresiasi tinggi untuk kegiatan TNI Manunggal bersama rakyat. Dengan menjaga kekompakannya hanya dalam satu bulan pembangunan jembatan ini dapat selesai,” kata Gede Dana.

Hal yang sama juga disampaikan Bendesa Adat Bukit Galah, I Putu Suyasa. “Sekarang akses warga semakin mudah dan lancar. Harapan kami agar akses jalan setelah jembatan yang masih jalan tanah dapat diaspal atau dirabat,” ujarnya.

Karena medan jalan yang menanjak serta tanah yang gembur, membuat mobil akan sulit melintas saat turun hujan.

Editor : Dewi Umaryati

Halaman : 1 2 3