BNN Kota Denpasar Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Tengah Pandemi

dewi umaryati ยท Rabu, 07 April 2021 - 19:38:00 WITA
BNN Kota Denpasar Sosialisasikan Bahaya Narkoba di Tengah Pandemi
BNN Kota Denpasar menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMP Dwijendra, Rabu (7/4/2021).

DENPASAR, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar menyosialisasikan bahaya narkoba di tengah pandemi Covid-19. Sosialisasi dilakukan di SMP Dwijendra Denpasar.

Tidak hanya siswa, sejumlah tenaga pendidik atau guru SMP Dwijendra Denpasar mengikuti serangkaian sosialisasi bahaya narkoba tersebut.

"Di Bali ada sekitar 15.000 pengguna narkoba, yang 850 orang di antaranya ada di Kota Denpasar," kata Kepala BNN Kota Denpasar, AKBP Sang Gede Sukawiyasa, Rabu (7/4/2021).

Sukawiyasa menjelaskan dari jumlah itu, sebagian besar pengguna berada dalam usia produktif yakni pelajar. 

"Tentu hal ini sangat disayangkan jika generasi muda kita sampai terjerumus dalam bahaya narkoba," katanya. 

Menurutnya mulai dari kepala sekolah hingga guru menjadi kunci pencegahan bahaya narkoba kepada siswa. 

"Dulu peringkat Bali ada di posisi 11 karena jumlah kasus narkoba yang sangat tinggi. Sekarang turun ke peringkat 23, pertanda jumlah kasus sudah turun," kata Sukawiyasa. 

Dia mengatakan, BNN Kota Denpasar menunjukkan komitmen kerja sama dengan menandatangani perjanjian.

"Kerja sama dengan sekolah ini dilakukan untuk menjadikan sekolah bersih dari narkoba. Untuk mewujudkan ini dibutuhkan dukungan dari komite, pengawas, kepala sekolah dan guru," ujarnya. 

Empat Program Dasar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Pendidikan yaitu Program Informasi, Program Pendidikan, Program Pengadaan Kegiatan Alternatif dan Intervensi.

Di sisi lain, Kepala SMP Dwijendra Ketut Budayasa mengaku senang sekolahnya dijadikan pilot project pencanangan sekolah bersih narkoba atau bersinar. 

"Sesuai visi-misi sekolah yakni membngun generasi berkarakter, cerdas, inovatif serta peduli lingkungan," kata Budayasa.

Editor : Reza Yunanto