BBPOM Denpasar Awasi Penjualan Takjil di Bali

Antara ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 15:55 WIB
BBPOM Denpasar Awasi Penjualan Takjil di Bali
BBPOM Denpasar awasi penjualan takjil di Bali (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar mengawasi puluhan makanan takjil selama bulan Ramadan di seluruh Bali. Pengawasan dilakukan untuk menghindari peredaran makanan kedaluwarsa atau tak layak konsumsi.

"Pengawasan rutin dilakukan selama bulan puasa. Jadi setiap kabupaten dicek selama bulan puasa ini, di antaranya di tujuh kabupaten yang kita bina," kata Pengawas Farmasi Makanan Muda BBPOM Denpasar, Ni Putu Ekayani Scorpiasanty, Kamis (14/5/2020).

Dia mencontohkan pengawasan makanan takjil di Kabupaten Tabanan. Pengawasan dilakukan di lokasi penjual takjil di kawasan Tunggal Sari Tabanan. Dari 23 jenis sampel makanan yang diuji, semua memenuhi syarat keamanan pangan dan bebas bahan berbahaya.

"Dari 23 jenis makanan itu di antaranya, jajan pasar, terik, udang, kerupuk, bijik, dan lainnya terpantau aman. Jadi pedagang yang kita cek itu, terlihat dari makanan yang dijual dengan warna mencolok, penjual kerupuk dan penjual ikan,"katanya.

Pengawasan juga dilakukan di Kota Denpasar yakni di sekitar Desa Pemogan. Dari hasil pengawasan dan hasil sampel serta pengujian terhadap 18 panganan buka puasa menunjukkan hasil memenuhi syarat keamanan pangan.

Ia mengatakan untuk makanan yang dijual di sekitaran Desa Pemogan diambil sampel dan kemudian diuji oleh tim operasional laboratorium keliling BBPOM di Denpasar.

"Rata-rata untuk pengemasan dan makanannya aman. Tidak ada yang mengandung rhodamin B dan kandungan berbahaya lainnya. Hal itu dibuktikan dengan 16 sampel yang diuji langsung di lapangan," katanya.

Adapun 16 sampel tersebut di antaranya minuman sebanyak tujuh sampel, rujak satu sampel, tempe satu sampel, bakso empat sampel, lontong satu sampel, sate tuna satu sampel, plecing satu sampel.

"Diuji rhodamin sembilan sampel, formalin enam sampel, boraks enam sampel dan hasilnya memenuhi syarat," ujarnya.

Selain makanan takjil, dia mengatakan, BBPOM Denpasar pada 5 Mei 2020 lalu secara serempak telah melaksanakan intensifikasi pengawasan penjualan pangan.

Pengawasan dilakukan pada beberapa hypermarket dan supermarket dengan hasil satu sarana memenuhi ketentuan dan dua sarana tidak memenuhi ketentuan.

"Ada temuan berupa produk yang kemasannya rusak, produk tanpa izin edar. Produk tersebut telah disisihkan dan sarana diberikan pembinaan agar lebih rutin mengecek kondisi produk yang dijual," katanya.


Editor : Reza Yunanto