Bawaslu Bali Buka Lowongan 439 Pengawas Pilkada

Antara ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 11:47 WIB
Bawaslu Bali Buka Lowongan 439 Pengawas Pilkada
Ketua Bawaslu Bali Ketut Ariyani. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bali akan merekrut sebanyak 439 Pengawas Desa dan Kelurahan (PDK) untuk melakukan pengawasan Pilkada 2020. Ada enam kabupaten/kota di Pulau Dewata yang mengadakan Pilkada.

"Kami sangat berharap agar PDK yang berhasil direkrut memiliki komitmen yang kuat sebagai penyelenggara pemilu, melakukan tugas pengawasan dengan berintegritas dan bekerja penuh waktu," kata Ketua Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, di Denpasar, Rabu (12/2/2020)

Dia menuturkan, kuota 439 PDK yang akan direkrut itu untuk ditempatkan di masing-masing kabupaten/kota. Yakni untuk Kota Denpasar (43 orang), Kabupaten Badung (62), Tabanan (133), Jembrana (51), Bangli (72), dan Kabupaten Karangasem (78).

"Dari 10-16 Februari ini kami mengumumkan pendaftaran PDK, sedangkan untuk masa pendaftaran dan penerimaan berkas dari tanggal 16-22 Februari mendatang," ujarnya.

Dia melanjutkan, setelah melalui tahapan penelitian kelengkapan berkas dan persyaratan administrasi, serta keabsahan dan legalitasnya, akan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes wawancara.

"Kami juga menyiapkan waktu bagi masyarakat yang ingin menyampaikan tanggapan terhadap PDK hasil seleksi," ucap mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng itu.

Untuk pengumuman hasil PDK terpilih itu akan disampaikan pada 12 Maret 2020. sementara untuk pelantikannya dengan rentang waktu dari 13-20 Maret mendatang.

Ariyani berharap PDK yang terpilih itu benar-benar bisa bersikap netral dan independen, serta mampu mengajak masyarakat untuk ikut berperan sebagai pengawas partisipatif.

Meskipun saat ini belum dimulai tahap pendaftaran PDK, Ariyani optimistis jumlah pelamarnya akan banyak.

"Kami rasa animo masyarakat cukup tinggi untuk mau menjadi Pengawas Desa/Kelurahan karena terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mengambil formulir di masing-masing kecamatan di enam kabupaten/kota," katanya.


Editor : Reza Yunanto