Banjar di Desa Kaliakah Jembrana Diisolasi setelah Penemuan 6 Kasus Transmisi Lokal

Antara ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 22:24 WIB
Banjar di Desa Kaliakah Jembrana Diisolasi setelah Penemuan 6 Kasus Transmisi Lokal
Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha menyampaikan kebijakan isolasi satu banjar di Desa Kaliakah karena ada transmisi lokal. (Foto: Antara)

NEGARA, iNews.id - Satu banjar di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, diisolasi setelah penemuan beberapa transmisi lokal virus corona di sana. Pengisolasian tersebut berdasarkan kesepakatan Gugus Tugas Percepatan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana bersama warga setempat.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, akan dikarantina mulai Jumat (3/7/2020) besok.

"Karantina atau isolasi ini merupakan kesepakatan kami dengan warga," kata I Gusti Agung Putu Arisantha di Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (2/7/2020).

Dia mengatakan, opsi isolasi banjar ini merupakan opsi yang dipilih setelah pihaknya dua kali melakukan pertemuan dan sosialisasi dengan warga serta perangkat desa setempat. Pada hari pertama isolasi, akan dilakukan tes cepat massal terhadap warga banjar tersebut yang akan dilakukan dua kali.

Selama isolasi 14 hari, warga banjar tersebut akan berdiam diri di rumah. Warga juga dilarang keluar-masuk banjar tersebut.

"Jika saat rapid test ditemukan yang reaktif, segera akan kami lakukan swab test serta diambil tindakan lebih lanjut," katanya.

Keputusan karantina diambil setelah ditemukan tiga kasus baru di banjar tersebut. Penularan berasal dari orang yang pernah kontak dekat dengan pasien Covid-19 asal banjar itu. Pasien tersebut seorang perempuan yang pulang dari Denpasar ke Desa Berangbang, kemudian juga mengunjungi kerabatnya di Banjar Munduk, Desa Kaliakah.

Dalam 24 jam terakhir, penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Jembrana mencetak rekor dengan ditemukannya enam pasien baru. Selain di Desa Kaliakah, juga ditemukan di Desa Yehembang Kauh, Desa Yehsumbul dan Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Mendoyo.

"Tiga kasus di luar Desa Kaliakah itu merupakan penelusuran yang dilakukan petugas Puskesmas maupun RSU Negara. Kami masih melakukan pelacakan lebih lanjut, untuk mencegah penularan," kata Arisantha.

Dengan bertambahnya enam pasien ini, secara kumulatif, jumlah warga Kabupaten Jembrana yang tertular Covid-19 menjadi 41 orang. Khusus untuk Banjar Munduk, gugus tugas menyiapkan 2.000 alat tes cepat. Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan petugas dari sejumlah puskesmas karena warga yang harus menjalani tes mencapai 990 orang.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 mengatakan, opsi karantina atau isolasi banjar ini merupakan yang terbaik untuk menyelamatkan warga dari penularan.

"Virus Covid-19 itu penularannya sangat cepat. Karantina banjar ini tidak hanya menyelamatkan warga banjar bersangkutan, tapi juga masyarakat Kabupaten Jembrana," katanya.

Bupati memastikan kebutuhan pokok warga yang diisolasi akan dipenuhi gugus tugas. Dia telah memerintahkan kepada petugas yang terlibat dalam isolasi ini untuk mendistribusikan bantuan sembilan kebutuhan pokok ke rumah-rumah warga. "Kebutuhan pokok warga akan dipenuhi oleh gugus tugas. Petugas harus mengantar hingga ke rumah warga selama masa karantina," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa atau Perbekel Kaliakah I Made Bagiarta mengatakan, pihaknya siap melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan karantina tersebut. Sosialisasi akan dilakukan terkait mekanisme karantina, termasuk pengawasan agar tidak ada warga yang keluar-masuk banjar tersebut.

"Akses jalan ke banjar tidak akan ditutup, tapi akan diawasi ketat. Agar berjalan baik, perlu kerja sama semua pihak dan institusi. Apalagi karantina ini merupakan hal yang baru bagi warga," katanya.


Editor : Maria Christina