Bandara Ngurah Rai Catat Pertumbuhan Penumpang 116 Persen Selama Agustus 2020

dewi umaryati ยท Selasa, 08 September 2020 - 14:19 WITA
Bandara Ngurah Rai Catat Pertumbuhan Penumpang 116 Persen Selama Agustus 2020
Bandara Ngurah Rai, Bali mencatat peningkatan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat sepanjang Agustus 2020. (Foto: Humas Bandara Ngurah Rai)

DENPASAR, iNews.id - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali mencatat pertumbuhan penumpang sebanyak 116 persen selama Agustus 2020. Pergerakan penumpang juga meningkat 73 persen.

Selama Agustus 2020, Bandara Ngurah Rai melayani 174.462 penumpang. Sedangkan pada Juli 2020, total penumpang yang terlayani yakni 80.586 orang.

Untuk pergerakan pesawat selama Agustus 2020 tercatat sebanyak 2.385 pergerakan pesawat udara. Sementara pada Juli 2020, pergerakan pesawat udara yang tercatat sebanyak 1.381.

"Dengan demikian pada bulan Agustus 2020 lalu terdapat pertumbuhan sebesar 116 persen untuk pergerakan penumpang, serta 73 persen untuk pergerakan pesawat udara," kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry AY Sikado melalui keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020).

Herry menuturkan, dari jumlah 174.462 penumpang di Agustus 2020, hampir 99 persen di antaranya adalah penumpang rute domestik. jumlahnya mencapai 172.117 penumpang. Sedangkan penumpang rute internasional sebanyak 2.345 penumpang.

Dia mengatakan, minimnya penumpang rute penerbangan internasional tak terlepas dari masih berlakunya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Pemenkumham) Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur tentang pelarangan sementara masuknya penumpang berkewarganegaraan asing ke wilayah Indonesia.

"Saat ini mayoritas penumpang yang terlayani adalah penumpang berkewarganegaraan Indonesia," tuturnya.

Dia menambahkan, dengan mulai meningkatnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat, Bandara Ngurah Rai telah mengantisipasi dengan penyiapan infrastruktur dan pengelolaan kapasitas bandara.

"Kini terminal penumpang kami fungsikan sebesar 50 persen dari kapasitas optimal terminal, setelah sebelumnya hanya berfungsi sebesar 35 persen," ujarnya.

Dia menjamin, penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan secara optimal meski terjadi peningkatan penumpang dan pergerakan pesawat yang dilayani.

"Protokol kesehatan tetap diterapkan secara maksimal, semuanya tetap kami jalankan secara optimal demi terselenggaranya kegiatan transportasi udara yang aman dan nyaman," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto