Bandara Ngurah Rai Bali Tampilkan Dekorasi Hari Raya Galungan-Kuningan

Antara ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 18:53 WITA
Bandara Ngurah Rai Bali Tampilkan Dekorasi Hari Raya Galungan-Kuningan
Penari penyandang disabilitas yang berasal dari Yayasan Kesayan Ikang Papa di Gianyar membawakan Tarian Cendrawasih di Bandara Ngurah Rai, Rabu (26/2). (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id – Pemandangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, tampak berbeda dari biasanya. Bandara ini menghadirkan suasana dan dekorasi khas Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang diperingati umat Hindu Bali setiap 210 hari.

Bandara ini tampak dihiasi dekorasi berupa penjor atau batang bambu berhias janur kuning. Kemudian, padi dan canang berisi sesaji di sejumlah titik di area terminal internasional dan terminal domestik.

“Kami menghadirkan dekorasi ini untuk memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Herry AY Sikado, Kamis (27/2/2020).

Herry mengatakan, empat penjor besar menghias sejumlah sudut terminal keberangkatan internasional. Sementara, di kawasan terminal keberangkatan domestik, area Taman Anggrek dihias menjadi Taman Penjor dan Gebogan.

“Kami berharap dalam perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, pikiran yang suci dan bersih dapat menghilangkan semua pengaruh yang membawa dampak negatif,” katanya.

Herry Sikado menjelaskan, dekorasi penjor dan gebogan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Pemasangan penjor juga diyakini dapat menjadi simbol kemakmuran serta kemenangan dan membangun suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Untuk menambah meriah suasana, pengelola Bandara Ngurah Rai menghadirkan pertunjukan tarian yang dipentaskan oleh penari penyandang disabilitas. Penari yang berasal dari Yayasan Kesayan Ikang Papa di Gianyar itu membawakan Tarian Cendrawasih.

“Ini sesuai dengan komitmen bandara yang mengutamakan pelayanan prima terhadap seluruh pengguna jasa tanpa terkecuali, termasuk penumpang berkebutuhan khusus,” kata Herry.

Yayasan Kesayan Ikang Papa Gianyar menampung 37 anak-anak penyandang disabilitas dari keluarga kurang mampu. Mereka mendapat pelatihan seni tari, lukis, olahraga. Mereka jugadiikutsertakan dalam berbagai perlombaan, sehingga dapat menambah kepercayaan dini dan mengasah keterampilan.

“Kami sangat senang anak-anak dapat tampil di bandara. Mereka membawakan karya tarian yang indah dan penuh makna. Saya rasa, inilah salah satu perwujudan makna dari Hari Raya Galungan dan Kuningan,” kata Herry.

Pembina Yayasan Kesayan Ikang Papa, Anak Agung Putri Setyawati mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan untuk tampil di kawasan Bandara Ngurah Rai. Para penari juga gembira diajak menari di bandara.

“Mereka memiliki keterbatasan pendengaran dan tidak bisa bicara, namun mereka percaya diri dan merasa dihargai bisa tampil di tempat seperti ini. Jadi, bukan hanya orang Indonesia saja yang tahu mereka bisa menari, tapi juga hampir seluruh dunia,” ujarnya.


Editor : Maria Christina